
Minggu 24 juli 2022
Bali-sekitar pukul 7 : 15 pagi, tergabung dalam sebuah tim yang beranggotakan sekitar 100 orang dari kalangan muda-mudi, mahasiswa berbagai prodi jurusan bahkan orang tua, melakukan bakti sosial membersihkan wisata hutan mangrove suwung.
Bakti sosial kali ini diinisiasi oleh komunitas pekerja ntt di bali ( komja ntt) melibatkan sekitar 9 komunitas lain dan mahasiswa, bersinergi, bekerjasama melakukan bersih-bersih di kawasan hutan mangrove. Komunitas antara nya yaitu
1. Perkumpulan keluarga timor oan (Pergation bali)
2. Gagasan Pemuda Bali (Gada bali)
3. Social project bali
4. Tunas hami bali
5. Bersih – bersih bali
6. Demi anak generasi (Dag bali)
7. Elemen mahasiswa bali
8. Perhimpunan mahasiswa kodi (hipmak bali)
9. Aliansi mahasiswa flores timur.
Komunitas pekerja ntt ( komja ntt) dibali sebagai inisiator kegiatan pada kesempatan kali ini.

Aksi sosial tersebut berjalan sekitar 2 jam, titik yang menjadi fokus pembersihan adalah aliran sungai dari pusat kota yang melintasi tengah hutan bakau kawasan wisata hutan mangrove tersebut dan sepanjang jalan masuk setelahnya kantor kir mobil cabang denpasar.
Menurut bpk Berto Da Costa penasehat komunitas pekerja ntt di bali (komja ntt) serta pengurus utama perkumpulan keluarga Timor oan bali (Pergation) beliau menjelaskan pekerjaan dibagi 2 titik, bahwa titik yang menjadi fokus pembersihan adalah untuk kaum ibu-ibu menyapu bahu jalan sekitar dan kaum muda membersihkan limbah rumah tangga berupa plastik kemasan dan lain-lain yang tergenang di sekitar aliran sungai dari pusat kota yang melewati tengah-tengah kawasan wisata hutan mangrove suwung yang jarang tersentuh oleh Bagian kebersihan kota. Beliau menambahkan aksi sosial tersebut merupakan bukti nyata warga denpasar peduli akan kebersihan lingkungannya dan sebagai persiapan menyambut event internasional G20 yang mana bali sebagai tuan rumah tentunya kawasan wisata hutan mangrove mungkin sebagai salah satu tempat yang akan dikunjungi para kepala negara maupun turis mancanegara nanti.

Pada kesempatan lain para perwakilan berbagai komunitas yg bersinergi juga menyampaikan antusias masing- masing dengan adanya kegiatan-kegiatan sosial seperti ini dan masing dari tiap perwakilan diatas bersedia diajak kembali melakulan banyak hal positif termasuk aksi sosial nyata besar sekalipun yang berdampak pada keasrian dan kelestarian lingkungan denpasar yang menjadi rumah kedua sebagian besar pelajar dan pekerja yang merantau ke bali khususnya para perantau yang datang dari bagian timur pulau bali.
Ketua komunitas pekerja ntt dibali bpk Bruno Rane menyampaikan trimakasih tak terhingga kepada segenap perwakilan komunitas yang bekerjasama pada bakti sosial hari ini. Hari yang sangat luar biasa bisa berkenalan langsung dan belaja banyak hal bersama berbagai elemen mahasiswa dan orang-orang hebat dari berbagai komunitas, saya berharap ini menjadi langkah awal kita bersinergi menjadi bagian dari individu yang peduli kebersihan lingkungan sekitar dan semoga semakin kompak menjadi bagaian dari garda kebersihan pulau dewata yang indah ini, pungkas bpk Bruno Rane. Beliau berterimakasih kepada komunitas DAG bali yang sudah suport bukan lewat kerja nyata melainkan dengan sedikit dana yang mana kata ketua komja akan di pergunakan sebagai biaya pembelanjaan material pendukung seperti plastik sampah, air mineral dan apapun itu yang memperlancar kegiatan selanjutnya.

Sekertaris komja ntt, bpk Enda Siki singkat menyampaikan pada kesempatan yang sama bahwa stigma buruk tentang Ntt hanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap bumi yang sedang dipijak. Masih banyak orang-orang Ntt yang menjadi orang baik dimana sangat menghargai adat dan budaya bali serta menjaga sikap toleransi yang tinggi terhadap kepercayaan manapun. Beliau juga menyampailan trimaksih sebesar-besarnya kepada setiap perkumpulan dan komunitas yang sudah meluangkan waktunya menjadi bagian dari tim pada bakti sosial hari ini, semoga kedepannya makin kompak dan terjaga tali persaudaraan antar komunitas dengan erat dan baik.

Terlihat banyak sekali tumpukan sampah yang berhasil di keluarkan dari aliran sungai dan juga dikumpulkan ditempat pengumpulan agar nantinya diangkut oleh dinas kebersihan dan dibuang ketempat pembuangan akhir. Kegiatan hari ini berjalan baik tanpa ada hambatan berarti. Akhir dari kegiatan ini adalah menyantap hidangan yang sudah disiapkan dan foto bersama- bersama.