Prabunews.com – Kapolda Jambi Jambi Irjen Rusdi hartono beserta rombongannya yang mengalami kecelakaan helikopter di kawasan Bukit Tamia, Kerinci, Jambi hingga kini masih berada di dalam hutan.
Mereka masih belum bisa dievakuasi. Sebelumnya, tim SAR sudah menemukan rombongan tersebut lewat jalur udara dan darat.
Berdasarkan video yang beredar, Kapolda Jambi dan rombongan terlihat berbaring di dalam hutan. Mereka juga terlihat memakai alas tidur dan selimut dari distribusi tim evakuasi.
Menurut penjelasan perekam video, cuaca di dalam hutan saat ini cukup cerah. Namun, Kapolda Jambi disebutkan mengalami cedera di tangan bagian kanan.
Sementara dua pilot helikopter yang diduga mengalami patah kaki.
“Di sana Pak Dirkrimum, Dirpolair dan pilot, kondisi kaki cedera. Bapak Kapolda kondisi tangan kanan cedera,” tutur perekam video.
Dalam video juga terlihat puing-puing helikopter di sekitar lokasi kejadian. Badan heli dan baling-baling rusak berantakan dan dalam konsisi miring.
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menurutkan bahwa Kapolda Jambi beserta jajaran dalam kondisi selamat namun mengalami luka-luka.
Titik lokasi pendarat darurat telah ditemukan dari udara dan rombongan pun telah ditemukan tim SAR lewat jalur darat.
Total ada delapan orang yang selamat usai semalaman berada di dalam hutan. Mereka juga sudah mendapatkan penanganan medis pertama.
“Kondisi saat ini masih stabil. Pendarahan tidak terlalu. Nyeri dan ada cedera yang belum bisa kita pastikan. Sudah tidak ada lagi di dalam heli. Nanti kita update lagi,” ujar Karo Ops Polda Jambi Kombes Feri Handoko Soenarso.
Nantinya akan ada empat orang dokter spesialis yang diterjunkan melakukan penanganan medis di TKP.
Di sisi lain, rombongan tidak mungkin dievakuasi melalui jalur darat lantaran kondisi di lokasi merupakan hutan lebat dan perbukitan.
Feri mengatakan, evakuasi akan dilakukan dengan helikopter usai kondisi Kapolda Jambi dan rombongan sudah stabil dan cuaca membaik.
Adapun saat ini ada dua helikopter yang ada di posko yang bersiap mengevakuasi korban.