Kopi Arabika Jawa Barat Peraih Predikat Terbaik Dunia
Kopi adalah komoditas dunia yang di budidayakan oleh lebih 50 Negara dan dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya 2 jenis varietas utama yang dikenal secara umum, yaitu kopi Arabika (Coffea arabica) dan Robusta (Coffea robusta). Kedua jenis kopi tersebut memiliki pasar dan keunikannya masing-masing.
Kopi Arabika adalah jenis biji kopi yang berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, seperti di Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia.
Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis pada ketinggian 600-2000 mdpl,serta bisa tumbuh sampai 3 meter apabila kondisi lingkungannya baik, dengan Suhu optimalnya 18-26 oC.

Biji kopi yang dihasilkannya berukuran cukup kecil dan berwarna hijau sampai merah gelap, serta merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik.
Kopi Robusta, pertama kali ditemukan di Kongo tahun 1898 dan bisa dikatakan sebagai kopi kelas 2 karena rasanya lebih pahit, sedikit asam, dan kadar kafeinnya lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas dari pada kopi arabika yang harus ditanam pada ketinggian tertentu.
Kopi robusta dapat tumbuh diketinggian 800 mdpl dan lebih resisten terhadap serangan hama serta penyakit,sehingga menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditanam di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.
Jenis kopi lain yang merupakan turunan dari Kopi Arabika dan Robusta serta cukup terkenal, bahkan memiliki nilai jual tertinggi didunia adalah Kopi Luwak asli Indonesia.
Tingginya harga jual jenis kopi Luwak dilatarbelakangi dari proses terbentuknya dan rasanya yang unik, tapi pada dasarnya Kopi Luwak masih termasuk jenis Kopi Arabika. Cita rasa dan keunikan dari prosesnya tersebut,bisa menjadi bagian dari potensi daya tarik pariwisata Jawa Barat Khususnya, umumnya Indonesia.
Sementara Kopi Palintang dan Manglayang yang tumbuh di dataran Gunung Manglayang dan Palintang Jawa Barat, dengan memiliki cita rasa asam manis dan kental vanilla, termasuk jenis kopi Arabika bahkan menjadi kopi favorit pecinta kopi sejati. Kopi Gunung Palintang ditanam diatas 1550 mdpl, sedangkan Kopi Gunung Manglayang ditanam pada ketinggian 1500 mdpl.
Di tahun 2017, biji kopi arabika yang ditanam diwilayah Jawa Barat mendapat predikat kopi terbaik dunia, karena selain memiliki aroma dan cita rasanya yang khas, harga jualnya juga cukup ekonomis,khususnya untuk masyarakat Indonesia.
Teknik pengolahan asal Jawa Barat umumnya dilakukan manual dan alami oleh para petani sekitar,serta banyak dikirim keberbagai daerah di Indonesia bahkan telah menembus pasar internasional, seperti ke Swedia, Amerika Serikat, Malaysia, Maroko, China, Australia, Jepang, Kuwait dan Korea Selatan.
Onih Rusmiati (57) salah seorang keluarga petani kopi di Gunung Palintang warga RT 07 RW 06 Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, dalam perbincangan dengan prabunews diwarung kopinya, memaparkan sekelumit pengetahuannya seputar ciri khas kopi arabika Gunung Palintang.

Menurut Onih Rusmiati, Kopi Arabika Palintang memiliki tiga karakter dalam proses pengolahan Biji Kopinya, yaitu proses Natural (kering), proses Madu (Honey) dan proses basah bersih (full washed).
“ Proses Natural (Kering) dan Madu (Honey) diolah dari biji kopi arabika yang sudah matang atau berwarna merah, untuk proses basah bersih (full washed) adalah buah biji kopinya berwarna merah kuning atau kuning,kemudian setelah kulit buahnya dikupas dan dicuci dengan air bersih,diproses secara fermentasi,” jelasnya.
Kopi Palintang ditanam oleh Kelompok Tani Hutan yang berdiri tahun 1999 dan hasil budidayanya dikenalkan ke publik mulai tahun 2005, sedangkan untuk kopi Manglayang dikenalkan ke publik tahun 2014.
(Mz)