Prabunews.com – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan mitigasi untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya cacar monyet di Indonesia.
Berbagai langkah pencegahan tetap dilakukan walaupun kasus konfirmasi cacar monyet atau monkeypox di tanah air belum ditemukan.
Adapun upaya yang dilakukan di antaranya, memperkuat pemeriksaan surveilans di pintu masuk negara baik melalui jalur darat, laut dan udara.
Selain itu, Kemenkes juga meminta seluruh dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), laboratorium, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Terutama, pascapenetapan monkeypox sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli lalu.
Lebih lanjut, Kemenkes juga telah menyiapkan dua laboratorium rujukan pemeriksa monkeypox, yaitu Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati BKPK.
Untuk pencegahan di tingkat masyarakat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan diri dengan disiplin menerapkan protokol Kesehatan.
Yakni, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun/alkohol, menggunakan masker serta membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sementara itu, protokol kesehatan (prokes) hingga saat ini masih menjadi cara paling ampuh untuk mencegah monkeypox mengingat belum adanya obat khusus ataupun vaksin untuk monkeypox. Karakteristiknya pun hampir mirip dengan COVID-19, yakni self limiting disease atau bisa sembuh sendiri dengan gejala yang muncul sekitar 2-4 minggu.
Walaupun gejalanya cenderung ringan bahkan dapat sembuh sendiri, monkeypox bisa menjadi penyakit derajat berat dan berpotensi menyebabkan komplikasi penyakit.
Yakni komplikasi penyakit seperti infeksi sekunder, bronkopneumonia, sepsis, dan ensefalitis. Infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan manakala tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Juru Bicara COVID-19 Kemenkes, Moh. Syahril juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam dan ruam.
Sejak ditemukan pertama kali pada 6 Mei 2022 di Inggris, penyebaran monkeypox di dunia terus meluas. Spanyol diketahui menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak disusul Amerika Serikat dan Perancis.
Hingga 27 Juli, sebanyak 17.156 orang di 75 negara dikonfirmasi terinfeksi, di mana 69 di antaranya bukan negara endemis monkeypox.
Sebelumnya, terdapat Sembilan kasus diduga terinfeksi monkeypox. Namun dinyatakan negatif usai dilakukan pemeriksaan PCR.
Hingga saat ini pun kasus konfirmasi cacar monyet atau monkeypox di Indonesisa belum ditemukan.