LBP2 : Tidak Sependapat Jika PTMT Dilaksanakan Menunggu Semua Siswa Divaksin

Cimahi, Prabunews.com – Semakin ramainya perbincangan pro dan kontra antara dilaksanakan PTM atau tidak dulu dilaksanakan, mengundang berbagai reaksi beraneka ragam tak terkecuali AA.Maung sapaan akrabnya atau dengan nama aslinya Asep B Kurnia sebagai Ketua Umum LBP2 ( Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan), AA Maung lewat obrolannya mengatakan dengan jelas bahwa PTMT di tahun ini harus segera dilakukan, Jum’at (27/08/2021).

AA. Maung melanjutkan obrolannya pada kami bahwa, “keadaan seperti ini tidak ada yang mau tetapi apapun itu kita tidak bisa juga mengabaikan masalah pendidikan yang notabene untuk keberlangsungan generasi bangsa kedepan,” ungkap Asep.

Jadi kita semua tidak tahu kapan akan berakhir masa pandemi ini, justru ini harus menjadi sebuah tantangan sebagai kebiasaan baru di sekolah, dengan menjalankan sangat ketat prokes kesehatan.

Saya rasa semua sekolah termasuk Dinas Pendidikan setiap wilayah sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari kesiapan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), dari mulai standar prokes serta simulasi dan kesepakatan orang tua di sekolahnya masing-masing. Ini semua sudah barang tentu harus terus dibarengi kesadaran semua pihak untuk tetap saling mengingatkan.

Kalau terlalu lama anak-anak diam dirumah tidak baik juga, toh ada di rumah juga tetap saja mereka bermain, justru cenderung lebih malas untuk bangun pagi dan yang harus diingat juga untuk melakukan PTMT kembali ini bukan hal yang mudah karena buat anak atau siswa perlu adaptasi kembali dan itu perlu waktu, sehingga lebih baik segera dilakukan, tegas AA. Maung.

Dalam hal ini secara pribadi, AA. Maung melihat sangat mengkhawatirkan karena kita secara tidak langsung juga mengajari anak untuk cepat menyerah dengan situasi pandemi, tetapi saya yakin dengan prokes ketat, berolahraga, imun dan kekebalan tubuh akan terus terjaga, sebaliknya juga kalau terus hanya diundur dan diundur berpacu dengan sudah divaksin dan belum atau mencapai tingkatan presentase tertentu vaksin ini sangat-sangat disayangkan sekali, itu bukan suatu alasan, karena semua belum tahu vaksin selesainya kapan, ketersediaan vaksin cukup atau tidak, dan pandemi kapan berakhirnya.

Jadi AA. Maung menegaskan sangat mendukung Keputusan Mas Menteri Nadiem dimana Beliau mengatakan vaksin bukan acuan untuk melaksanakan PTM, vaksin hanya untuk meningkatkan ketahanan tubuh, tetapi jangan lupa dengan satu catatan PTM dilaksanakan secara bertahap dan penerapan prokes yang ketat tetap dijalankan, ungkap Asep.

Jadi Asep mengatakan pemerintah untuk segera menerbitkan aturan, agar tidak menjadi permasalahan baru bagi sekolah yang saat ini ada sebagian yang sudah melakukan PTMT karena keadaan yang terpaksa, sehingga diharapkan dengan kesamaan aturan baik dari Presiden, Menteri, Gubernur dan Kepala Daerah Kota/Kabupaten, dapat dijadikan payung hukum bagi sekolah yang sudah melakukan PTM, karena jelas aturannya dan diperbolehkan, pungkas AA. Maung.

(Dadan Sambas)

Scroll to Top