Ledakan Dahsyat Blitar Diduga Karena Korban Rakit Petasan Sambil Merokok

Prabunews.com – Tim Pejinak Bahan Peledak (Jihandak) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur menemuka sisa-sisa puntung rokok di dekat sumber ledakan petasan di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Polisi pun menduga bahwa ledakan dahsyat terjadi karena korban merakit petasan sambil merokok.

“Karena mereka tidak profesional ya. Jadi saat meracik tidak aman, sambil merokok hingga terjadi ledakan hebat akibat black powder kena percikan api rokok,” kata Kapolresta Blitar AKBP Argowiyono, mengutip detikJatim, Senin (20/2).

Di sekitar tempat kejadian, polisi juga menemukan tiga panci yang diduga bahan peledak. Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Dwi Sapto mengatakan ada tiga bahan peledak yang memicu ledakan.

Yakni black powder (bubuk mesiu) dicampur sulfur dan serbuk gandum, sehingga akan meledak jika terdapat percikan api dalam sesaat.

“Yang terjadi di sini ini ada ledakan sesaat. Dugaan memang pembuatan mercon. Daya ledaknya dari low mengarah ke high explosive karena ledakan terdengar sampai radius 10 km,” terangnya.

Sebelumnya, ledakan keras yang diduga berasal dari petasan menghancurkan 25 rumah di Dusun Saeng, Blitar.

Polisi menyatakan bahwa korban ledakan tercatat ada 4 orang tewas dan 23 orang luka-luka. Salah satu korban luka merupakan bayi berusia 4 bulan.

Korban tewas berjumlah empat orang merupakan satu keluarga. Menurut keterangan polisi, satu korban atas nama Darman ditemukan dalam kondisi utuh.

Sementara tiga korban lainnya yang merupakan anak dan keponakan Darman. Yakni Aripin, Widodo, dan Wawa yang teridentifikasi lewat potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi ledakan.

Menurut pengakuan warga sekitar, Darman dan anak-anaknya memang membuat petasan tiap Ramadan.

Scroll to Top