Prabunews.com – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama para pihak melaksanakan pemasangan GPS Collar pada 2 kelompok gajah liar.
Pemasangan kalung GPS tersebut bertujuan untuk memantau pergerakan kelompok gajah serta upaya mitigasi konflik antara manusia dengan satwa yang dilindungi.
Lebih lanjut, kegiatan itu juga merupakan aksi konkret dalam meningkatkan upaya konservasi institut untuk melestarikan gajah sumatera yang merupakan satwa prioritas terancam punah di Provinsi Sumatera Selatan.
“Proses dan tahapan pemasangan GPS Collar pada 2 kelompok gajah telah berlangsung sejak April 2022, melalui tahapan survey keberadaan kelompok gajah target, pengkondisian tim dan peralatan, serta pendekatan kepada masyarakat dan para pihak,” papar Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata.
Kedua gajah sumatra itu berjenis kelamin betina yang diberi nama Meilani, 40 tahun dan Meisi, 30 tahun.
Meilani dan Meisi dinilai memenuhi syarat untuk dipasangi GPS Collar karena sudah berusia lebih dari 25 tahun, tidak dalam kondisi mengandung dan menjadi gajah dominan di kelompoknya.