LSM Pelija, Banjir Adalah Bencana Ekologi Yang Sulit Dihindari di Bandung Raya

Bandung, Prabunews.com – Banjir yang mengepung hampir sebagian besar wilayah Bandung yang terjadi sejak selasa (2/10) sore hingga malam hari sepertinya merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari.

Hal ini diakibatkan oleh hujan deras yang melanda hampir sebagian besar wilayah Bandung Raya yang turun sejak siang hari.

Selain Banjir terjadi pula longsor di beberapa wilayah Bandung Raya tersebut.Seperti yang terjadi di wilayah Lembang KBB, serta di wilayah RT 01 RW 03 Kelurahan Dago Kecamatan Coblong. Selain itu pohon tumbang terjadi dibeberapa wilayah salah satunya di wilayah Citra Green jalan ke arah Puncrut.

Rahmat Suprihat,S.Pd Direktur Litbang LSM Peduli Lingkungan Jawa Barat (Pelija) mengatakan bahwa bencana ekologi seperti sekarang ini tidak mungkin bahkan sulit dihindari hal ini terjadi karena banyak faktor, selain banyak terjadinya beralihnya tata ruang, program betonisasi, kecilnya drainase, penyempitan serta pendangkalan sungai juga dikarenakan budaya nyampah ke sungai sebagian masyarakat yang masih akut.

Kita bisa menyaksikan dengan nyata bagaimana kawasan-kawasan yang seharusnya menjadi area resapan air berubah menjadi rumah tinggal, hotel, cafe dan objek wisata serta terjadinya pengelolaan lahan menjadi area industri pertanian.

Selain itu budaya nyampah ke sungai sebagian masyarakat sampai saat ini pun masih sulit dihindari dan ini terus terjadi.

Pada saat curah hujan tinggi didukung oleh semakin rendahnya daya serap tanah karena beralih fungsi lahan dan betonisasi, drainase dan sungai tidak mampu menampung debit air karena pendangkalan dan penyempitan serta banyaknya sampah maka lengkap sudah catatan bencana itu, tegas Rahmat

Rahmat Suprihat, Direktur Litbang LSM Peduli Lingkungan Jawa Barat ( Pelija ).

Seperti yang sering disampaikan oleh Direktur Eksekutif kami, Ir. MQ Iswara, AIFO bahwa perlu adanya audit lingkungan secara menyeluruh untuk permasalahan yang berhubungan dengan Perubahan Tata Ruang.

Semua pengembangan pembangunan di sekitar wilayah Bandung Raya harus berdasarkan kajian lingkungan yang komprehensif bukan hanya berbasis profit oriented karena kalau terjadi bencana ekologis menjadi milik publik bukan hanya milik sebagian orang yang melanggar regulasi, tegas Rahmat

Di Kota Bandung sendiri Area Banjir masih merupakan wilayah langganan seperti di Pasar Induk Gedebage, Alun-alun Ujung Berung, Citarip Kopo.

Sementara berdasarkan informasi, banjir cukup parah terjadi di wilayah Cinahi diantaranya di sekitar Cimindi, Cihanjuang, Cibeber, Cibabat, Leuwigajah, Cipageran, Jalan Budhi dan daerah lainnya.
Dampak dari banjir ini pun tak ayal lagi menimbulkan kemacetan yang cukup panjang.

(Kang Amat)

Scroll to Top