Sang Maestro Telah Berpulang

Bersama istrinya, Euis Komariah (almarhumah), ia membentuk dan memimpin kelompok kesenian Dewi Pramanik dan mengadakan pertunjukan di luar negeri. Tahun 1990, ia belajar menari Ibing Keurseus, topeng Cirebon, topeng Banjet. Ia sendiri menciptakan beberapa macam koreografi untuk Jaipongan, antara lain, ‘Keser Bojong’, ‘Rendeng Bojong’, ‘TokaToka’, ‘Sonteng’, dll.

Dikenal juga sebagai pengusaha studio rekaman Jugala yang banyak membuat kaset rekaman Jaipongan. Banyak pula lagu yang ia ciptakan antara lain ‘Selat Salihara’ (Suratmu) dan ‘Bulan Sapasi’  (Bulan Sepotong). Karya tarian Jaipong dari studio Jugala bahkan pernah dimainkan di semua benua, kecuali Australia. Tahun 2010 studio Jugala  berpentas di Belanda.

Popularitas tari Jaipong di mata masyarakat dunia tidak kalah dengan tari Bali. Workshop tari Jaipong selesai pementasan selalu ramai diikuti warga setempat. “Apresiasi yang luar biasa itu sungguh membuat kami bersyukur”, ujarnya.

Scroll to Top