Prabunews.com – Seorang mahasiswa asal pasuruan, Raffi Dimas Baddar (20), yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto akhirnya ditemukan. Namun, Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Wjaya Putra Surabaya itu ditemukan di jurang tepatnya di dasar Air Terjun Kering di Sungai Kretek pada Selasa (27/09). Jurang itu diketahui memiliki kedalaman mencapai 200 meter.
Kabar ditemukannya Raffi Dimas Baddar ini pun sudah dikonfirmasi Humas Relawan SAR Surabaya, Saiful Hasan.
“Saat ini masih dalam proses evakuasi. Ini korban ketemu di sekitar di Dasar Air Terjun Kering di Sungai Kretek,” ungkap Saiful Hasan.
Ia menjelaskan, korban ditemukan pada pukul 10.45 WIB. Tubuh korban diketahui tersangkut di teras jurang sedalam 60 meter dari bibir jurang.
Saat ditemukannya korban, petugas gabungan dari SAR Surabaya serta potensi relawan Mojokerto langsung melakukan proses evakuasi.
“Sehari sebelumnya, pada hari Senin [26/09/2022] tim gabungan sempat menemukan sandal selop warna hitam yang identik dengan barang yang dibawa survivor ketika dilaporkan lost contact, tidak jauh dari lokasi penemuan survivor,” dia menjelaskan.
Sementara itu, Ayahanda korban, Siswanto mengaku bahagia mendengar kabar sang anak yang ditemukan ini. Meski berharap sang anak ditemukan dalam keadaan sehat, namun segenap keluarga berupaya menerima dengan ikhlas dan tabah atas kepergian Raffi Dimas Baddar.
Sebelumnya, seorang mahasiswa Surabaya asal Pasuruan, Raffi Dimas Baddar (20) dikabarkan hilang di Campground Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Minggu, 11 September 2022 lalu.
Selama sembilan hari, Tim Basarnas gabungan terus melakukan pencarian mahasiswa hilang ini. Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan sang korban.
Sejalan dengan hal itu, Gerakan sukarela yang diinisiasi Relawan SAR Surabaya kembali menggelar operasi pencarian di Bukit Krapyak, Mojokerto. Akhirnya pada Selasa (26/9) korban ditemukan.