Subang, Prabunews.com – Pengurus Persatuan Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Subang, Ancam akan melaporkan ke Polisi terkait dugaan Penggelapan Uang oleh dua Ketua Koperasi yang minjam ke PKPRI Kabupaten yang tidak ada niat baik membayar Piutang.
Ketua Persatuan Kopersai Pegawai Negeri Republik Indonesia ( PKPRI) H.Rosid bersama Sekretarisnya H.E.Kusdinar, Senin (20 Juni 2020) di Kantor PKPRI jalan Arif Prahman Hakim Subang, mengatakan ,PKPRI ,mengalami pailit akibat Pinjaman para anggota macet ,hingga sekarang dari para anggota tidak ada yang menyetor sehingga benar – benar mengalami pailit.
Menurut H.E.Kusdinar, ada dua Koperasi yaitu KPRI Winaya Sejahtra Patokbesi yang di Ketuai H.Soleh piutangnya sebesar Rp.1.045.283.230. sedangkan KPRI Mekar Rahayu Cipendey yang di Ketuai Wawa Tursatwa besar Piutangnya Rp.546.923.773.
Kedua Koperasi tersebut macet total sehingga mengakibatkan PKPRI Kabupaten Subang menjadi pailit.
Menurut H.Rosid maupun H.Kusdinar, menceritakan terkait Proses Putang kedua Ketua KPRI tersebut, keduanya meminjam ke Bank BJB atasnama PKPRI Kabupaten .
Setelah Cair dari Bank hanyaa baru mencicil jasanya saja satu kali setelah itu dua KPRI katanya bangkrut.
Pihak PKPRI Kabupaten telah mengutus tim melakukan penagihan namun tetap tidak ada upaya menyicil, kamipun merasa curiga sehingga melakukan pengecekan ke anggotanya ternyata hampir seluruh anggotanya yang mempunyai tunggakan tetap setor atas tunggakannya.” Di situlah awal ada kecurigaan uang di gelapkan .
Disaat ditagihkan ke sodar Wawa,malah mau menjaminkan Tanah di daerah Sumedang namun pihak PKPRI Kab Subang ,menolaknya karena yang dijaminkan tidak ada surat kepemilikannya.
Sementara H.Soleh setiap didatangi Kerumahnya selalu banyak alasan dan selalu menjajikan akan membayar Ujar kedua Pengurus PKPRI.
Ketua KPRI Mekar Rahayu Cipendey Wawa Tursatwa yang sekarang menjabat Kabid Perkebunan di Kantor Dinas Pertanian Kav paten Subang.
Saat dimintai Komentarnya terkait adanya tuduhan Penggelapan Uang PKPRI sebesar Rp.546.923.773, dan akan di Polisikan .
Menurut Wawa, memang benar pada saat itu saya Ketua KPRI Mekar Rahayu Cipendey, yang memiliki tunggakan itu mencapai Rp.546 .923.773 ,disalurkan kepada anggota dan macet dari anggota.
Wawa berjanji ,akan melunasi masalah utang piutang kepada PKPRI mudah mudahan beres diakhir tahun 2020.
Menurut Wawa, walaupun macet dari anggota itu sudah menjadi resiko dan tanggung jawab Ketua ujar Wawa .
Menurut Wawa, itu sudah merupakan tunggakannya dan insya Allah barangkali kami juga mempunyai niat baik makanya memberikan Jaminan dan tidak akan menghindar lari dari tanggung jawab, Terang Wawa.
Wawa sanggup akan melunasi di akhir tahun ini dan akan meminita pertimbangan mengenai pengurangan Jasa dan hanya sanggup membayar Pokonya saja .” Terang Wawa.
Sementara H.Soleh belum berhasil dimintai Komentarnya.
(AS)