Mantap Tematik Kang Pisman, Di Maleer Sampah Bisa Buat Ngopi

Sedangkan sampah organik, wilayah ini telah mengelolanya selama 3 bulan dan telah menghasilkan kompos. Warga kemudian menggunakannya untuk memupuki tanaman.

“Berjalan 3 bulan hasilnya, kompos sebanyak 8 kwintal sudah tersedia. Hasil ini tidak kita jual, tetapi dibagikan kepada warga untuk dimanfaatkan, sehingga tanaman di rumahnya masing-masing menjadi subur dan asri,” tandas Jaya.

Atas inovasi itu, ia akui dukungan dan antusias warga mendukung dengan berbagai metode maupun gerakan kebersihan ini.

“Warga di sini mendukung sepenuhnya. Menyambut baik untuk lingkungan,” bebernya.

Baca juga : Ema Sumarna, Mengintip Permasalahan Kota Dengan Bersepeda

Melihat hal itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial sangat mengapresiasinya. Ia bangga kepada masyarakat karena sudah mandiri untuk mengelola sampah demi lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Mang Oded senang. Semakin ke sini, warga semakin mandiri bisa mengelola sampah mulai dari sumbernya yaitu rumah mereka masing- masing,” ujar Oded.

Scroll to Top