Tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia semakin tinggi. Sebanyak 61% kecelakaan terjadi karena faktor manusia, 30% faktor sarana prasarana, dan 9% faktor pemenuhan persyaratan laik jalan.
Cara terbaik untuk mengurangi risiko kecelakaan adalah dengan mempraktikkan perilaku mengemudi yang aman. Entah anda yang baru dalam hal mengemudi atau anda yang sudah beberapa tahun mengemudi, baiknya meninjau beberapa aturan dasar berkendara yang aman.
Berikut merupakan 5 tips mengemudi yang akan membantu anda dan penumpang pulang tanpa cedera dan selamat.
1. Jangan Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk
Kasubdit Laka Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri Komisaris Besar Agus Suryo Nugroho menjelaskan, pada periode 2019, 0,73 persen kecelakaan yang diakibatkan oleh miras menyebabkan 241 orang meninggal, 195 luka berat, dan 533 orang luka ringan.
Alkohol membuat penglihatan menjadi kabur atau ganda dan bahkan menghilangkan kesadaran. Mengemudi dalam keadaan mabuk bukan hanya ide yang buruk melainkan suatu kejahatan.
2. Jangan Ngebut
Sebuah penelitian menunjukkan, setiap mil per jam anda mengemudi, kemungkinan untuk mengalami kecelakaan meningkat empat hingga lima persen. Pada kecepatan yang lebih tinggi, risiko meningkat jauh lebih besar. Untuk itu kurangi kecepatan berkendara anda dan ikuti kecepatan maksimum yang dianjurkan oleh pemerintah
3. Jangan Berkendara Sambil Main Ponsel
Penggunaan telepon genggam saat berkendara dapat memecah konsentrasi pengendara, bahkan meskipun sudah menggunakan hands-free. Ketika berinteraksi melalui ponsel, lawan bicara Anda tidak dapat menyesuaikan interaksinya dengan keadaan di sekitar Anda sehingga fokus Anda akan teralihkan.
4. Jangan Berkendara Saat Ngantuk
Mengantuk membuat kemampuan konsentrasi dan kewaspadaan saat berkendara menurun. Respon refleks menjadi buruk, pengemudi pun juga akan kehilangan kemampuan untuk membaca jalan dan bisa tidak menyadari bahaya di depannya seperti kendaraan yang melintas, penyebrang jalan, dll.
5. Selalu Gunakan Sabuk Pengaman
Sabuk pengaman dapat melindungi bagian terpenting tubuh anda. Pada saat mobil berhenti mendadak, biasanya tubuh akan ikut terdorong ke depan. Hal tersebut sangat berisiko menyebabkan benturan bagian penting dari tubuh dengan benda yang ada di depannya. Misalnya saja kepala atau wajah, bisa membentur benda di depannya