Bandung, Prabunews.com – Aktifitas masyarakat pada saat ini sepertinya sudah nampak seperti biasanya. Hal itu terlihat dari banyaknya destinasi nongkrong warga kota Bandung yang dipadati oleh masyarakat manakala setiap akhir pekan.
Seperti halnya hari ini, banyak warga yang melakukan aktifitas menghabiskan waktu libur pekannya dengan bersepeda ataupun menggunakan kendaraan bermotor secara sendirian atau berkelompok kemudian menuju destinasi nongkrong tersebut.
Salah satu destinasi nongkrong warga itu diantaranya area Gedung Sate dan sekitarnya.

Dari sisi kedisiplinan warga masyarakat serta hubungannya dengan situasi yang masih dalam status belum aman dari Covid-19, masih sangat banyak warga yang masih tidak mengindahkan himbauan pemerintah dalam upaya mengurangi dampak penyebaran virus tersebut melakui kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.
Tidak sedikit masyarakat yang tidak taat terhadap penggunaan masker, menjaga jarak dan tentunya membawa hand sanitizer.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Aktivis Peduli Lingkungan Jawa Barat (PELIJA). Kenyataan tersebut mendorong para aktivis Pelija untuk melakukan sosialisasi dan edukasi Protokol Kesehatan termasuk pembagian masker dan hand sanitizer.

Mereka melakukan kegiatannya tepat di area Gedung Sate. Tidak hanya itu para aktivispun memberikan masker dan hand sanitizer secara cuma-cuma kepada warga masyarakat yang ada di sekitar lokasi kegiatan (26/7).
Uum Syarif Usman, Direktur SDM dan litbang
Pelija mengatakan bahwa masyarakat harus terus diedukasi melalui sosialisasi tentang kondisi yang sebenarnya, bahwa keadaan sekarang masih dalam masa pandemi.
Hal ini nampak dari jumlah kasus Covid-19 yang hadir. Selanjutnya masyarakatpun harus dibangun optimisme dengan senantiasa menjaga imunitas tubuh melalui masukan makanan bergizi dan berolah raga serta menjaga suasana hati untuk riang gembira dan bahagia. Selain itu masyarakat kita ajak tetap berada dalam suasana hari-hari yang tenang dengan tetap waspada.
Dirinya pun meminta agar aparat pemerintah terutama gugus tugas covid 19 harus mendisiplinkan diri juga jangan merasa cukup hanya dengan selebaran, spanduk, statement di media, selain memberikan contoh mereka harus rajin menghimbau diberbagai kesempatan termasuk disaat mereka seperti sekarang ini, ungkap Uum.
Regulasi penegakan aturan dengan pemberian sangsi yang digulirkan pemerintah, Uum mengatakan penegakan aturan idealnya harus persuasif sambil menunggu penyesuaian Adaptasi Kebiasaan Baru yang dilakukan masyarakat dan yang terpenting juga diharapkan pemerintah terus mensupport kebutuhan berupa bantuan yang memadai terutama bagi golongan masyarakat tertentu.
Semoga dengan banyaknya aktivis yang melakukan gerakan seperti ini akan mendorog percepatan pembangungan upaya peningkatan kesadaran warga masyarakat terhadap pentingnya gerakan pakai masker, jaga jarak dan gerakan CTPS.
(Kang Amat)