Mbah Garut, Konservasi Alam Kota Bandung Yang Semakin Eksotis

Bandung, Prabunews.com – Nyaris hampir kurang terdengar riuhnya gerakan berbasis lingkungan setelah sekian lama kita didera oleh issue global Covid 19.

Padahal pada kenyataannya gerakan keberpihakan pada hadirnya aspek memuliakan alam dengan menempatkan pengelolaan termasuk konservasi alam sejatinya tidak boleh berhenti.

Didi Ruswandi, ST, MT Kadis PU Kota Bandung

Hal itulah yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung yang tidak lelah melangkah melaksanakan kinerjanya terutama yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan infra struktur.

Salah satu yang nyaris luput dari pantauan para jurnalis adalah pengembang kawasan konservasi yang terletak di wilayah Timur Kota Bandung.

Kawasan itu adalah Bukit Mbah Garut, tepatnya yang berlokasi di RW 08 dan RW 09 Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru. Kawasan dengan luas lahan 4 hektar sampai saat ini tidak berhenti dibenahi pengembangan konservasinya.

Dari seluas 4 hektar tersebut luas lahan yang baru ditanami RW 09 seluas 2 hektar.

Didi Ruswandi, KadisPU Kota Bandung mengatakan bahwa ruang lingkup garapan yang sudah dikerjakan di area Mbah Garut tersebut diantaranya pembuatan trek cross country sepeda dan jogging mengelilingi bukit mbah garut dan tembus ke bukit Mbah Celeng (area konservasi yang lebih awal dikembangkan).

Berbagai jenis tanaman buah (pokok) hadir disana diantaranya ada 560 pohon sumbangan dari Balai Benih Hortikultura dan Aneka Benih Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Jawa Barat, 200 pohon dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung serta tanaman sela sebanyak
2.500 berupa pohon kopi dari Dinas Kehutanan Prov Jawa Barat.

Penanaman Pohon Bersama Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Asep Rachman Taufik

Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari gerakan kolaborasi dari banyak pihak yang terlibat diantaranya dari komunitas sepeda
Gowes Baraya Bandung (penggerak utama),
Petanipenggarap, Dispangtan, Dinas Kehutanan Prov. Jabar, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar serta Sektor 22 Citarum Harum.

Sementara karena cakupan lahannhnya cukup luas sehingga untuk RW 09 masih dibutuhka 300-400 tanaman buah dan di lokasi RW 08 masih butuh sekitar 1.000 tanaman buah, ungkap Didi.

Kami sedang menunggu rencana bantuan tanaman sela jeruk california dari Dinas Perkebunan Prov sebanyak 1.000 pohon dan ini secara jelas akan membuat wilayah tersebut benar-benar memiliki banyak fungsi selain konservasi, wisata dan juga pengembangan ekonomi agro.

Didi Ruswandi berharap agar pada bulan juli trek sudah bisa dipakai bersepeda dan jogging di ketinggian sambil melihat indahnya pemandangan.

Pekerjaan pengembangan area Mbah Garut ini dimulai pada bulan Maret tapi terhenti karena pandemi covid 19, sekarang dimulai lagi dengan pertimbangan musim hujan akan segera berakhir.

Semoga semangat mencintai alam dengan memberdayakan fungsinya akan menjadi salah satu agenda yang tidak terpisahkan dari semua program OPD karena pembangunan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah keberlanjutan adalah sebuah kesalahan besar. (Kang Amat)

Scroll to Top