Membaca Space dan Place Dalam Berkesenian

Bandung, Prabunews.com – Tajuk “Harus dimana berkesenian ?” dalam obrolan hangat acara Kopilogis milik Iman Ulle sebagai Host dan menghadirkan Iman Soleh sebagai narasumber malam ini memberikan sentuhan manis dalam ruang kesenian. (24/06/2020)

Salah satu obrolan yang menarik dalam acara tersebut ialah pembahasan mengenai kesenian di Indonesia.

Dimana kesenian kita memiliki kekuatan budaya yang beragam, lalu apakah kekurangan gedung kesenian masih menarik untuk di gaungkan?

Sedangkan kita bisa berkesenian dimana saja karena kesenian kita yang begitu dinamis dan bisa di gelar dimana saja seperti halnya longser dan pertunjukan wayang keliling ?

Iman Soleh menjelaskan bahwa dalam kesenian terdapat istilah space dan place.

Yang artinya antara kesenian dengan gedung kesenian, tempat representatif itu kesenian nya bukanlah gedung nya mengapa demikian karena kesenian lah yang mewakili nilai budaya dan imajinasi atau seni itu sendiri yang kita kenal dengan space atau ruang.

Sedangkan pada dunia yang modern ini place itu menjadi begitu terukur , akurat dan pasti.

Kesenian adalah Sesuatu yang mempunyai space yang tentunya tidak terbatas karena lahir dari setiap pemikiran sang seniman itu sendiri.

Tetapi place menjadi tempat yang sangat terbatas. Maka dari itu kesenian tradisi yang setiap element nya itu sangat penting akan kehilangan atmosfer atau menjadi kehilangan makna jika terbatas oleh place.

(sf)***

Scroll to Top