Bandung, Prabunews.com – Padepokan Parukuyan Dago Pakar Bandung pada hari ini (6/6) menjadi magnet dari para pegiat Seniman dan budaya Nusantara. Di lokasi ini sebuah acara budaya digelarkan secara sederhana namun sangat meriah dan menjadi agenda tahunan dari Padepokan Parukuyan.
Abah Yon Suparman, Budayawan Sekaligus Pemilik Padepokan Parukuyan begitu sangat memberikan apresiasi atas kegiatan yang terselenggara pada hari ini karena ini merupakan sebuah bukti nyata atas kebersamaan dan kolaborasi dari semua element bangsa yang cinta terhadap Tanah Air.
Acara budaya tersebut adalah Gelar Ruwatan Bumi, sebuah bentuk kegiatan budaya yang dilaksanakan padepokan ini.
Yon Suparman mengatakan bahwa Gelar Ruwatan Bumi yang dilaksanakan di padepokannya tiada lain sebagai kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai media menjalin silaturahmi terhadap empat unsur alam, air, api, angin dan bumi sekaligus sebagai bagian berterima kasih serta bersyukur atas hasil bumi yang telah diciptakan oleh Tuhan.

Padepokan Paruyukuyan sendiri merupakan sebuah tempat mediasi bagi para budayawan yang tidak hanya dari Nusantara tetapi sampai tingkat dunia.
Sejumlah seniman debus menunjukan kebolehannya di acara ruwatan bumi yang digelar di Padepokan Parukuyan, Selain itu kegiatan ini pun diisi dengan berbagai tampilan Pencak Silat , Tari Jaipongan, Wayang Golek serta bentuk seni budaya lainnya
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hari sampai dini hari ini dihadiri oleh hampir 1000 orang dan secara visual nampak para budayawan dari seluruh Nusantara dan dari beberapa negara luar ( dunia ).
Benteng terakhir negara adalah budaya. Kita bisa melihat bersama bagaimana semua lini sendi kehidupan bernegara sudah begitu teracak-acak. Sementara apabila budaya sudah teracak-acak maka hilanglah jati diri bangsa ini sehingga gerakan membumikan budaya di negeri sendiri sejatinya harus didukung oleh banyak pihak, ujar Bah Yon.
Selanjutnya Bah Yon berharap pemerintah harus membuka mata tentang begitu pentingnya budaya sebagai perekat bangsa yang fantastis dan kedepannya bisa menjadi centre point ciri sejati budaya Indonesia.
Sudah seharusnya pihak pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mulai menjalin kerjasama bagi hadirnya berbagai kegiatan positif dari masyarakat termasuk kegitan budaya yang sudah jelas mengangkat nilai-nilai luhur jati diri bangsa, namun dirinya sangat maklumi betapa beratnya tugas pemerintah pada saat ini.
(Kang Amat)