Menaker Ida mengatakan jumlah PMI yang berada di Tiongkok kecil sekali, sehingga pemerintah tak menempatan Atnaker di negara Tiongkok.
“Pekerja migran kita terbesar hanya ada di Taiwan dan Hongkong. Hingga sekarang belum menghentikan, yang penting mengikuti prosedur kesehatan di Indonesia dan negara penempatan, ” ujarnya.
Menaker Ida menjelaskan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, saat ini Kemenaker telah melakukan koordinasi yang intensif secara lisan (WA Group), maupun tertulis dengan para Atase/Staf Teknis/Kepala Bidang Ketenagakerjaan di 12 negara penempatan, dengan tetap di bawah koordinasi Perwakilan RI setempat.
Adapun langkah atau upaya antisipasi/preventif yang mesti dilakukan di 12 perwakilan RI tersebut yakni penyebaran informasi (sosialisasi), terkait tindak pencegahan virus corona kepada para komunitas PMI melalui media sosial.
Misalnya menghindari tempat kerumunan/keramaian, penggunaan transportasi umum, memakai masker utamanya pada saat keluar rumah, dan rajin menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, dan lainnya.
Selain itu, Menaker Ida juga menghimbau agar 12 perwakilan RI tersebut melakukan koordinasi intensif dengan stakeholder di negara penempatan (Kemnaker, agency penempatan, dan pihak pemberi kerja/majikan di negara penempatan) terkait upaya pencegahan/penanggulangan virus corona (melalui surat edaran yang ditujukan kepada agency penempatan dan pemberi kerja/majikan).
(FRD)