Menilik Kasus Penembakan Istri Kopda M, Berkali-kali Coba Bunuh Sang Istri

Prabunews.com – Istri anggota TNI Kopda Muslimin, Rina Wulandari (RW) menjadi korban penembakan pada Senin (18/7) lalu. RW ditembak dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor.

Setelah TNI dan Polri melakukan penyelidikan, ternyata Kopda M merupakan otak di balik insiden penembakan terhadap istrinya sendiri.

Hal tersebut turut dibenarkan oleh Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. Ia pun memerintahkan jajarannya untuk terus mengejar Kopda M yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Insiden Penembakan

Peristiwa penembakan terjadi didepan rumah korban, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/7) pukul 12.00 WIB.

Pelaku melakukan penembakan usai membuntuti korban dari arah timur atau Jalan Cemara Raya.

Kopda M, ungkap polisi, memerintahkan pelaku menembak istrinya sebanyak dua kali. Perintah ini diberikan saat Kopda M melihat sang istri masih bisa berjalan usai ditembak pertama kali.

Kopda M diketahui berada di lantai atas untuk mengawasi aksi penembakan.

Setelah penembakan pertama, eksekutor sempat kembali ke posko yang berjarah 200 meter dari lokasi kejadian. Lalu diminta kembali melakukan penembakan karena sang istri belum meninggal.

Tersangka penembakan, Sugiyono alias Babi, mengaku diminta untuk menembak di bagian kepala agar korban langsung meninggal.

Namun, ia mengaku tidak melakukan perintah tersebut mengingat ada anak korban saat kerjadian.

“Dapat instruksi dari suami, saudara M, untuk dilakukan penembakan kedua,” ungkap Kapolda Jateng Irjan Ahmad Luthfi dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring di akun Instagram @humas_poldajateng, Senin (25/7).

Tersangka

Sementara itu, polisi telah menangkap dan menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Sugiono alias Babi dan Ponco Aji Nugroho selaku eksekutor. Kemudian, Supriyono dan Agus Santoso sebagai tim pengawas, serta Dwi Sulistiono sebagai penyedia senjata api.

Motif

Lutfi mengungkapkan, pelaku melakukan penembakan lantaran Kopda M memiliki pacar. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan pelaku yang sudah ditangkap.

“Jadi, ada delapan saksi yang kami periksa, di antaranya saksi W. Itu pacarnya,” tutur Luthfi.

Kopda M juga sempat mengajak lari pacarnya (W) usai melakukan penembakan. Namun W tidak mau. Setelahnya, W diamankan.

Pembunuhan Berencana

Insiden penembakan ini merupakan salah satu upaya pembunuhan yang sudah terencana. Menurut keterangan satu pelaku yang telah diperiksa, Kopda M sudah memerintahkan untuk membunuh istrinya sejak sebulan lalu.

Kopda M pernah memerintahkan eksekutor untuk meracuni, mencuri, hingga mengguna-guna sang istri sebulan sebelum penembakan.

Ia diketahui sudah menyiapkan senjata sejak merencanakan pembunuhan sang istri. Bahkan, rapat pun digelar Kopda M untukb pematangan strategi bersama tim eksekutor dan pengawas.

Pelaku Dibayar Rp120 Juta

Dalam aksi penembakan ini, tersangka dibayar Rp120 Juta oleh Kopda Muslimin. Uang ini diberikan saat Kopda Muslimin tengah menunggu istrinya di rumah sakit setelah insiden penembakan.

Scroll to Top