Mindset Pemerintah Ditingkat Kewilayahan Perlu Dirubah Dalam Menangani Aliran Sungai

Bandung, Prabunews.com – Membersihkan sedimentasi aliran sungai dan bantaran sungai Cinambo sejauh lebih kurang 2 kilometer, dengan melibatkan 25 orang petugas, diperkirakan selesai 5 hari.

Kegiatan tersebut dimulai dari belakang Terminal BBU Ujungberung (Depo Bandung Timur) Kelurahan Babakan Penghulu sampai belakang Perum Bumi Adipura Kelurahan Rancanumpang.

Komandan Sektor 22 Satuan Tugas Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Rahman Taufik, yang memimpin jalannya penanganan aliran dan bantaran sungai Cinambo mengatakan, meskipun pandemi corona virus desease 19 (Covid-19) belum berakhir, jajarannya terus melakukan penanganan aliran sungai di wilayah Kota dan Kab. Bandung serta Bandung Barat.

Penanganan aliran sungai harus tetap dilakukan walaupun musim kemarau, sehingga edukasi lingkungan tidak terputus. Selain itu perlu dirubah mindset pemerintah ditingkat kewilayahan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),untuk memberi contoh kepada masyarakat.

“Salah besar kalau sungai ditangani hanya saat musim hujan dan saat banjir atau bencana alam datang. Justru saat memasuki musim kemarau penanganan aliran sungai dan sepadan sungai harus dilakukan dengan melibatkan semua unsur pimpinan kewilayahan (Forkopimda) dan juga masyarakat,” tegas Komandan Sektor 22 Satuan Tugas Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Rahman Taufik, disela kegiatan membersihkan aliran dan bantaran sungai Cinambo di Kec. Gedebage Kota Bandung,Sabtu (13/6/2020).

Berkaitan dengan pandemi virus corona yang belum berakhir, jajarannya tetap melakukan rutinitas setiap hari tanpa henti,serta mengikuti protokol kesehatan. Sedangkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, jumlah masyarakat yang terlibat dikurangi.

“Untuk kegiatan kita mengurangi keterlibatan masyarakat dari gober kelurahan atau kecamatan maupun masyarakat komunitas Citarum, yang biasanya dilakukan serentak bersama-sama kini dilakukan bergantian,” jelas Asep.

(Mz)

Scroll to Top