MLFF Diterapkan, Gerbang Tol Disebut Akan Dihilangkan

Prabunews.com – Pemerintah tengah memberlakukan penggunaan transaksi tanpa sentuh jalan tol atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Sejalan dengan hal ini, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjelaskan bakal meniadakan gerbang tol.

Adapun proses penggantian ini akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan diberlakukan penuh pada tahun 2024.

BPJT menyebut kebijakan ini bagian dari implementasi tema G20 terkait transformasi digital. Perkiraannya, kebijakan itu juga berdampak pada hilangnya antrean mobil di gerbang tol.

“Dalam upaya mendorong dan mewujudkan tema tersebut (Transformasi Digital), salah satu yang kami soroti sebagai tuan rumah adalah soal transaksi MLF ini yang akan mengubah seluruh pola pikir atau mindset transaksi dari yang awalnya manual menggunakan e-toll kemudian masuk ke ranah teknologi,” kata Kepala BPJT, Danang Parikesit, menguitp Antara.

Danang melanjutkan, pengalaman pengguna harus lebih banyak ditingkatkan. Sistem MLFF juga dipercaya dapat memberikan kenyamanan dan pengalaman lebih baik dalam menggunakan jalan tol.

Pasalnya, pengendara dapat menggunakan jalan tol tanpa perlu menginjak rem atau berhenti di gerbang tol. Selain itu, MLFF juga akan mengurangi kontak fisik dengan alat transaksi tol.

“Masyarakat yang menggunakan tol tidak akan lagi mendapati gerbang-gerbang tol. Secara bertahap gerbang tol akan ditiadakan, sehingga betul-betul masyarakat mendapati teknologi mengambilalih peran monitoring, transaksi, pengawasan, dan sebagainya,” jelas Danang.

Di sisi lain, kebijakan MLFF ini dikatakan dapat memberikan keuntungan bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Tentu saja harus menjadi catatan penting bagaimana sistem ini memberikan efisiensi yang lebih baik bagi BUJT. Jadi, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan sistem transaksi akan diefisiensikan dengan pelaksanaan MLFF oleh Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol, yakni PT. Roatex Indonesia Toll System (RITS),” jelas Danang.

Kendati demikian, satu hal yang minus dari penerapan kebijakan MLFF yakni membuat ketergantungan teknologi. Pun diperkirakan ada potensi konsumen tidak membayar saat masuk jalan tol tanpa gerbang tol.

Scroll to Top