Napak Tilas Ke Eks- TPA Leuwigajah Dan Sarimukti, Pemkot Bandung Ajak Warga Sadar Kelola Sampah

Namun, Dani menyatakan untuk saat ini pengolahan TPA Sarimukti sudah melebihi daya tampung. Setiap harinya TPA Sarimukti kelebihan kapasitas hingga 800 ton sampah yang berasal dari wilayah Bandung Raya.

“Sarimukti sebenarnya darurat, saat 2005 ada bencana sampah. Sarimukti hanya direncanakan untuk beban sampah 1.200 ton per hari. Tapi karena ada perkembangan jumlah penduduk dan jumlah sampah yang masuk ke sini juga bertambah sekarang faktualnya ada 2.000 ton sampah per hari,” terangnya.

Baca juga : Mandalika Fashion Carnaval Dalam Rangkaian Festival Bau Nyale di Lombok

Oleh karenanya, Pemprov Jabar terus menggenjot pembangunan TPA Legok Nangka. Sehingga, pengolahan sampah di wilayah Bandung Raya bisa semakin ringan dan tertangani dengan baik.

“Kalau 2023 Legok Nangka itu sudah bisa menampung sampah dari Bandung Raya. Lalu ini (TPA Sarimukti) ditata ulang. Nanti untuk area pembuangan sampah di wilayah barat. Nanti ada dua wilayah zona timur ke Legok Nangka dan zona barat itu ke Sarimukti,” katanya.

Setelah dari TPA Sarimukti, peserta kemudian bergerak ke Leuwigajah untuk napak tilas ke eks-TPA yang kini sudah berubah menjadi kebun pisang dan singkong. Sebelumnya, di lokasi tersebutlah bencana longsor sampah terjadi pada 2005 silam hingga merenggut korban jiwa sebanyak 157 orang. Peristiwa yang terjadi pada 21 Februari itu pun lantas menjadi momentum diabadikan menjadi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

(iwnaruna /Abah)

Scroll to Top