Prabunews.com — Seekor orang utan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara ditemukan mati dengan kondisi tulang punggung retak. Ia diketahui mati pada Minggu (22/1) lalu.
“Berdasarkan hasil X-ray, didapati retak pada tulang punggung dan bekas luka kekerasan fisik,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Rudianto Saragih Napitu.
Sebelumnya, hewan dengan nama Latin Pongo abelii itu tengah mendapat perawatan. Saat itu, BBKSDA menemukannya dalam keadaan terikat tali dan bambu.
Pihak kepolisian dan aparat desa lalu mengevakuasinya menuju Puskesmas Kuta Kendit pada Sabtu (21/1). Orang utan tersebut dibius dan diberikan pengobatan termasuk diberi vitamin.
“Selanjutnya, orang utan itu dibawa ke SOCP Batu Mbelin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan selama perjalanan selalu dimonitor oleh dokter hewan khusus orang utan,” ucapnya.
Namun, kondisi orang utan itu ternyata tidak membaik hingga memburuk dan akhirnya mati karena keseulitas bernapas.
“Orang utan itu mengalami kesulitan bernafas dan tidak terselamatkan,” pungkas Rudianto.
Usai kejadian ini, Rudianto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat perintah untuk melakukan investigasi dan mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan kekerasan jika menemukan orang utan yang masuk ke pemukiman warga.
“Dengan peristiwa ini, kami menghimbau ke depan masyarakat bila menemukan orang utan di kebun warga, agar tidak melakukan perbuatan ataupun tindakan yang dapat melukai dan bahkan mengancam nyawa satwa, karena satwa ini termasuk jenis satwa yang dilindungi,” tuturnya.