Ospek Untirta Viral Gegara Jemur Mahasiswa Baru, Begini Penjelasan BEM

Prabunews.com – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Untirta (PKKMB) alias ospek di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten menuai banyak kritikan. Hal ini terjadi lantaran adanya dugaan perpeloncoan selama kegiatan ospek Untirta.

Ospek Untirta kemudian ramai diperbincangkan di media sosial hingga menjadi trending topic di Twitter. Banyak mahasiswa baru yang mengeluhkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selaku panitia kegiatan ospek itu.

Selama kegiatan ospek itu, mahasiswa dikabarkan dijemur di lapangan hingga dehidrasi, bahkan beberapa di antaranya pingsan.

Kendati demikian, beberapa dari mereka juga membantah dengan menyampaikan kejadian yang sebenarnya sebagai mahasiswa baru di ospek Untirta ini.

Rektor Untirta Profesor Fatah Sulaiman mengaku kegiatan PKKMB secara resmi baru di mulai pada 15 Agustus 2022 mendatang. Ia pun berjanji akan mengonfirmasi masalah terkait adanya kejadian ini.

Penjelasan BEM Untirta

Sementara itu, BEM Untirta meminta maaf setelah kegiatan ospek mahasiswa baru di kampusnya ini menjadi perbincangan warganet. Mereka pun meluruskan bahwa kejadian yang dimaksud itu bukan saat ospek, melainkan pada saat technical meeting.

“BEM KBM Untirta menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa baru, orang tua mahasiswa baru, dan masyarakat Serang dan sekitarnya atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kegiatan technical meeting,” kata Presiden Mahasiswa Untirta, Ryco Hermawan, mengutip Detik.com pada Kamis (11/8).

Kegiatan itu dilakukan atas inisiasi BEM KBM Untirta sebelum tahap Pengenalan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek pada 15-17 Agustus.

Ryco pun mengatakan, tak bermaksud menjemur mahasiswa baru. Keberadaan mahasiswa baru di lapangan itu untuk sesi pengambilan gambar mozaik, yang direncanakan akan rampung dalam dua jam.

Ia pun membantah adanya isu keluhan mahasiswa mengenai larangan makan, minum, sholat, ataupun istirahat. Sebab, panitia sudah memberikan imbauan agar mahasiswa melaksanakan sarapan sebelum mengikuti pembekalan.

Ryco juga membantah isu agar melaksanakan sholat secara buru-buru. Sebab, kata dia, mahasiswa baru diberikan waktu untuk melaksanakan sholat secara bergantian selama dua jam yakni dari pukul 11.00-13.00 WIB.

Terkait adanya kekerasan fisik dan verbal, BEM KBM Untirta juga mengaku sudah Menyusun SOP agar kontak fisik dan kekerasan fisik terhadap mahasiswa baru tidak terjadi.

“Jika ada mahasiswa baru dan pihak lainnya yang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dalam bentuk apa pun dapat melaporkan melalui hotline humas Untirta,” ujar dia, masih mengutip Detik.com.

Scroll to Top