Bandung, Prabunews.com – Situasi yang sangat berbeda setelah adanya pembatasan gerak masyarakat dalam upaya pencegahan menyebarnya virus Covid’19 begitu terasa di salah satu pasar modern kota ini, tepatnya Pasar Baru Bandung.

Seperti biasanya pada saat-saat sebelum merebaknya kasus virus ini, Pasar Baru menjadi destinasi belanja yang bukan hanya dikunjungi oleh warga kota Bandung dan sekitarnya namun lebih dari itu Pasar ini menjadi target kunjungan para pelancong dalam negeri juga mancanegara.
Jumlah kunjungan pembeli sangat banyak mengingat pasar ini menghadirkan cukup lengkap kebutuhan masyarakat dimulai dari produk pangan, busana sampai keperluan masyarakat lainnya.
Baca juga : Situs Radio Malabar Sebagai Objek Wisata Edukasi
Namun hal itu tidak lagi disaksikan beberapa hari terakhir setelah hadir regulasi berupa surat edaran dari walikota Bandung yang berhubungan dengan kekhawatiran mewabahnya virus tsb.
Iwan Suhermawan ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru ( HP2B ) mengatakan jumlah pengunjung saat ini (18/3 ) sangat menurun drastis dan penurunannya mencapai 90 % dari hari biasanya.Hal ini tentunya sangat memukul psikologis para pedagang mengingat mereka sangat tergantung dari penjualan produknya.

Pihaknya sendiri sangat sulit menghadapi kondisi ini, sebagian usaha sudah dilaksanakan dalam memberikan kenyamanan dan keamanan dimulai dari penyemprotan disinfektan, penyediaan fasilitas ctps dan hand sanitizer serta himbauan phbs namun stigma tekanan psikologis berupa rasa takut masyarakat dan upaya membuat nyaman dan aman sendiri sepertinya lebih menjadi pilihannya sendiri, ungkap Iwan.
Dengan adanya kejadian ini para pedagang hanya bisa berserah diri sambil berupaya berharap adanya pembeli disaat penghasilannya sangat menurun drastis bahkan ada yang tidak penglaris.
Semoga ada perhatian dari pemerintah berupa solusi yang terarah dan terukur dalam menyikapi masalah ini.Semoga Badai Cepat Berlalu.
(Kang Amat)