
Badung – Efek dari pandemi covid19 yang melanda pulau dewata belum purna samasekali meskipun dinyatakan bahwa penyebaran penularannya melandai. Seperti kita ketahui pemerintah sudah mengumumkan untuk aktifitas masyarakat Jawa-Bali berada pada Level 1 yang mana khususnya Bali sudah diperbolehkan segala bentuk aktifitas 100%, namun demikian tetap patuhi prokes, terutama memakai masker untuk antisipasi ketularan covid19 secara menyeluruh pada masyarakat umumnya.
Ironis, aktifitas masyarakat sudah mulai ramai dimana-mana, disepanjang jalan kemacetan sudah mulai menghadang, baik siang maupun malam. Bali kini disibukkan dengan menjelang perhelatan Presidensi G20, jadi banyak pembenahan diseluruh jalur akses para delegasi lewati. Untuk perlu diketahui bahwa apapun aksesnya tetap p
menggunakan transportasi yang bersinggungan dengan Bahan Baka Minyak (BBM), walaupun informasi yang telah dihimpun khusus transportasi KTT Presidensi G20 digunakan armada transportasi listrik ramah lingkungan.

Pagi ini pada pukul 07.00 Wita di SPBU 54.803.35 telah terjadi kerumunan atau antrian panjang para sopir dump truk dan mobil tangki air menunggu pasokan solar tiba, dikarnakan sudah 2 (dua) hari bahan bakar tersebut habis tak tersedia alias kosong. Sementara para sopir sudah tak sabar menunggu, dari pantauan mobile awak media dikawasan Nusa Dua sekitarnya dan kebetulan lewat di Ungasan melihat ada keruman segelintir masa, setelah kami cek ternyata para sopir yang menunggu kedatangan pasokan bahan bakar solar sampai berita ini diturunkan belum ada kepastian tibanya kapan karena pihak pengelola atau manager tidak bisa pastikan, untuk itu harus melewati birokrasi sesuai aturan yang berlaku.
Salah satu yang mewakili para sopir mengatakan, “Kami butuh solar, jangan kami dipermainkan, katanya sore sampai pagi ini juga belum ada solarnya, kalau memang solar itu mau dinaikkan harganya oleh pemerintah kami siap terima, pun jangan seperti ini. Akibat solar habis banyak pelanggan yang butuhkan air bersih jadi terhambat, alhasil banyak masyarakat lain ikut imbasnya akibat solar habis. Harapan kami agar segera diadakan pasokan solar tersebut, kalau tidak kami akan demo dan menutup akses SPBU ini”, Kata Ombu nama samaran dengan optimis dalam harapan, wakili para sopir.

Berdasarkan hasil temuan dilapangan awak media konfirmasi lansung dan menemui pengelola atau manager diruangannya di SPBU 54.803.35 Ungasan Saudari Evi, ia mengatakan bahwa “Bahan bakar solar di tempat kami (SPBU, red) telah habis dan kosong samasekali sejak dua hari lalu, dan sudah over kuota, untuk mendapatkan pasokan penyuplaiannya harus dapat persetujuan dan ijin dari SBM (Sales Branch Manager) Kantor Cabang Pertamina Denpasar di Jalan Sugianyar, kami akan usahakan secepatnya agar masyarakat bisa mendapatkan bahan bakar tersebut, namun keputusannya ada di SBM”, Kata Evi kepada awak media pada Senin (29/08/2022) pagi waktu setempat.
Setelah awak media cross ceck laansung ke Kantor Cabang Pertamina Denpasar untuk menemui SBM sampai dengan berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum bisa ditemui berhubung ada kesibukan lain yang tidak dapat ditinggalkan dikarnakan ada kaitannya dengan menjelangnya presidensi G20 mendatang.