Bali, Prabunews.com – Paud Pra Kumara Dharma Kerti merayakan Rahina Tumpek Uye, seluruh Tim pengajar dan anak didik serta orang tua murid melaksanakan kegiatan persemnahyangan bersama, sesuai dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2022, perayaan Rahina Tumpek Uye merupakan nilai-nilai Adiluhung Sad Kerthi sebagai tata titi kehidupan masyarakat Bali yang menyatu dan menjaga keseimbangan dan keharmonisan antaraAlam Bali, Manusia/Krama Bali, dan Kebudayaan Bali yang meliputi adat-istiadat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal secara sakala dan niskala, bertempat di komplek sekolah Paud Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (29/01/2022) waktu setempat.
Sebelum persembahyangan bersama dilaksanakan, para anak didik di ajak untuk bersih-bersih dilingkungan sekolah, agar anak didik bisa melekat hal demikian di dalam memorinya bahwa kebersihan itu penting. Kemudian dilakukan persembahyangan bersama dilingkungan sekolah, lalu dilanjutkan pelaksanaan persembahyangan ke Pura Dalem ikut serta wali murid. Setelah itu, sesuai topik dan temanya diajak bagaimana menyayangi binatang, tak boleh dibunuh sembarangan kecuali hanya untuk keperluan upakara. Di Tumpek Uye ini mengajarkan kepada kita semua untuk berterimakasih atas keradaan binatang dan makhluk lainnya di alam ini, sekaligus si anak didik diajak bersama-sama memberikan makanan kepada burung, ikan, dan binatang lainnya serta juga melepaskannya ke alam bebas beberapa bianatang tersebut.

Adapun yang hadir pada pelaksanaan persembahyangan bersama di Rahina Tumpek Uye yaitu Ida Bagus Made Wirama, SE., M.Pd.H., selaku sponsor Yayasan Pesraman Taman Dharma Kerti Lukluk sekaligus Direktur UD. Dharma Aditya, Kepala Sekolah Paud Pra Kumara Dharma Kerti Ida Ayu Putu Utami Dewi, S.Pd., M.Pd.H., sekaligus Ketua Pesraman Non Formal (PNF) Taman Dharma Kerti Lukluk, Guru pengajar, orang tua/wali murid anak didik, awak media, dan tamu lainnya.
Paud Pra Kumara Dharma Kerti Lukluk adalah tempat para anak-anak usia dini 2-6 tahun belajar. Paud ini tidak hanya mengajarkan tentang hitung baca saja, tapi lebih menitik beratkan kepada alam sekitar lingkungan sehari-hari yang ditemui oleh anak-anak usia dini tersebut. Jadi lebih kepada pembelajaran membuka wawasan memori si anak belajar sambil bermain. Karena di usia 2-6 tahun, daya penglihatan si anak lebih kuat, apalagi daya ingin meniru sesuatu yang sudah ia lihat, rasa mengimplementasikan lebih mencuat ke permukaan. Nah, dalam hal ini, bila tim pendidik, jika tak tanggap dan salah ajarkan ke anak-anak, akan dibawa ke sampai ke usia tua kelak, jadi salah didikan.
Paud Pra Kumara Dharma Kerti Lukluk yang bernaung dibawah Yayasan Taman Dharma Kerti yang membawahi Paud tersebut mempunyai tiga katagori khusus dalam pelaksanaan dilapangan yakni Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan Tempat penitipan Anak. Ketiga katagori ini diramu sedemikian rupa, agar si anak dapat bekali dirinya kelak dengan akal budipekerti Hindu didalam menjalani kehidupan sehari-hari khusus bagi anak-anak yang beragama Hindu. Demikian pula bagi anak-anak yang non Hindu, tetap menitik beratkan pada ajaran budi pekerti dan akhlak sesuai dengan anutan agamanya masing-masing.
Dari salah satu perwakilan orang tua/wali murid atas nama Prayuda Pramantara Ditya kepada awak media sebagai perwakilan orang tia/wali murid bahwa, dengan adanya perayaan Rahina Tumpek Uye ini, secara pribadi sangat mengapresiasi sekali, karena kami menyaksikan sendiri bagaimana proses dan jalannya upacara tersebut. Kami semua orang tua anak-anak disini mengacungkan jempol kepada Paud Pra Kumara Dharma Kerti yang telah menyajikan mekanisme belajar mengajar lebih terarah bagi anak-anak kami. Itu semua adalah atas kerjasama tim pengajar yang inovatif, kreatif, dan koorperatif bagi anak-anak di usia dini, dan Paud ini punya ciri khas tersendiri dari lain yang lainnya. Kami para orang tua mendukung sepenuhnya, “ujarnya.
Disamping ketiga katagori tersebut Paun Pra Kumara Dharma Kerti ini mengklasifikasikan lagi lebih spesifik yakni ada lima sentra khusus bagi si anak didik diusia dini.
Di Sentra Persiapan di bawah tanggung jawab pendidik Yeni Listiana, S.Pd., ia katakan dalam proses belajar mengajar, ia perkenalkan kepada didikannya yaitu jenis dan bentuk apa saja yang bisa dicerna oleh si anak, baik itu binatang dan bentuk lainnya sampai dengan untuk bisa merangkaikan huruf perhuruf sesuai dengan bentuk dan jenis yang diperagakan sampai si anak bisa mempraktekkan dengan baik dan benar.
Lain halnya dengan tenaga didik satu ini yang ahlinya di Sentra Seni, ia ajarkan kepada anak didiknya bagaimana agar si anak bisa memahami seni, baik itu semua yang ada hubungannya dengan seni apa saja. Diusia dini inilah mereka harus kita tanamkan di dalam motorik kasar maupun motorik halus dengan berbagai jenis seni yang bernuansakan budaya Bali Hindu khususnya. Dengan demikian nantinya anak-anak akan terekam dimemorinya bahwa inilah seni budaya Bali adalah merupakan suatu kearifan lokal yang harus dilestararikan.
Begitu pula halnya dengan Sentra Peran yang diasuh oleh pendidik Desak Ade Krismawati, S.Pd., dalam proses pelaksanaan belajar mengajar, bagaimana si anak akan menempatkan dirinya pada suatu peran disegala posisi, dan bagaimana bersikap di peran tersebut. Bilamana ia selaku anak bisa memempatkan diri dalam perannya sebagai anak. Sentra Seni ini tak ubahnya seperti pembentukan karakter si anak dukemudian hari, setidaknya sudah dibekali untuk menghadapi situasi keadaan yang bagaimanapun, ia sudah bisa menempatkan diri didalam peranannya.
Disisi lain si anak juga di ajarkan untuk ketahui dan paham dengan pembangunan yang diberikan oleh ibu guru Ni Putu Sunari, S.Pd., yang membidangi Sentra Balok. Ia didik anak-anak usia dini dengan memperkenalkan beberapa bentuk bangunan, dari awal penyediaan bahan dan pelaksanannya, sehingga terbentuklah suatu bangunan. Dalam praktek dan peragaan, si anak dilibatkan lansung dengan alat peraga yang paling sesederhana mungkin.
Ibu guru satu ini, I Gusti Ayu Artini, S.Sos.H., didalam proses belajar mengajar di Sentra Alam yang ia bidangi, salah satu dari Tri Hita Karana yaitu bagaimana hubungan manusia dengan alam. Ia ajari anak usia dini bagaimana kita dalam praktek hidup sehari-hari, agar mencintai dan besahabat dengan alam. Contoh kecil yaitu tak sembarangan membuang sampah selain ke tempatnya, agar nantiny tak menimbulkan bau, tak memimbulkan banjir bila saat di musim hujan, dan lain sebagainya. Tetap si anak dituntun sampai ia paham dan mengerti dengan alam.
Kepala sekolah Paud Pra Kumara Dharma Kerti Lukluk Ida Ayu Putu Utami Dewi, S.Pd., M.Pd.H., dalam sapainnya kepada Timsus Media bahwa Paud ini telah berdiri dari tahun 2008 sampai kini murni dalam proses belajar mengajarnya bernuansa budaya Hindu Bali khususnya bagi anak-anak usia dini yang beragama Hindu, sedangkan bagi anak-anak yang non Hindu, dalam proses belajar mengajarnya berpatokan pada pendidikan nasional pada umumnya, “ucapnya.
Lebih lanjut ia katakan, Paud Pra Kumara Dharma Kerti Lukluk ini pada awalnya mengantongi izin dari Dinas Kemenag khusus proses belajar mengajar titik beratkan pada agama Hindu. Namun seiring berjalan waktu, ada desas desus bagi anak-anak lulusan TK dari Paud ini tak bisa diterima masuk ke SD dikarnakan tak mengantongi izin dari Dinas Kemendikbud, akhirnya kami urus perizinan tersebut, maka anak-anak TK kami bisa mengenyam pendidikan di SD yang telah ditentukan sesuai zonasi masing-masing, “kata Dayu.
Lebih dalam lagi Dayu tambahkan dalam penjelasannya bahwa Biaya OPerasioanal (BOP) selalu di bantu oleh penerintah seriap tahunnya, walaupun nominalnya tak seberapa, namu telmm sangat membantu sekali, apalagi pada saat pandemi ini, “jelas Dayu.
Sebagai Kepala Sekolah Paud, ia juga berharap kepada pemerintahan, dalam hal ini kepada Bapak Bupati Badung, kiranya dapat memberikan bantuan dana bagi para tenaga pengajar, dalam hal ini bisa tersubsidi honorernya, karena dalam prakteknya untuk honor guru masih dari hasil biaya SPP. Bila harapan kami ini terealisasi maka biaya SPP anak didik kami hapuskan, tak lagi dibebani kepada orang tua/wali murid. Terus terang honor yang diperoleh guru saat ini masih dibawah UMR, ada yang menerima 1 juta dan ada juga yang 500 ribu, semoga Bapak Giri Prasta dapat merealisasikan dengan segera, “harap Kepala Sekolah Paud Pra Kumara Dharma Kerti Ida Ayu Putu Utami Dewi, S.Pd., M.Pd.H.
Dipenghujung acara sebagai penutup sponsor Yayasan Pesraman Taman Dharma Kerti dan sekaligus Direktur UD. Dharma Aditya mengatakan pada prinsipnya ia selaku sponsor selalu mendukung dan mensupport Paud Pra Kumara Dharma Kerti Lukluk ini, adakalanya pendanaan juga tak sesuai dengan yang dibutuhkan, dengan kata lain masih saja ada kekurangan, tak bisa dipenuhi semuanya, hanya yang penting-penting ditamakan terlebih dahulu. Selaku sponsor selalu saja berusaha bagaimana caranya lembaga pendidikan anak di usia dini tetap berjalan, demi pendidikan si anak, ini adalah prinsip kami, agar anak bangsa dapat mengenyam dan ikut serta belajar di usia 2-6 tahun adalah usia yang paling riskan, bila salah ajar maka salahlah jalannya si anak sampai di hari tuanya kemudian, “tutupnya.
Perlu diketahui proses belajar mengajar setiap harinya si anak didik usia dini selalu bergilir/roling bertemu dengan guru yang lainnya, jadi otomatis si anak dapat mengetahui semua gurunya dan ajaran yang diajarkan dari masing-masing sentra para guru yang bersangkutan.
(AR)