Bandung, Prabunews.com – Regulasi kebijakan pemerintah dalam rangka menghidupkan kembali aktifitas kegiatan masyarakat terutama yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi dan sosial melalui kemasan Konsep ” New Normal “.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) Iwan Suhermawan mengatakan dengan kebijakan New Normal kami, para pedagang pada perinsipnya sangat mendukung sekali dengan membuka aktivitas ekonomi,, sehingga roda ekonomi akan pulih lagi walupun itu membutuhkan proses panjang.
“Harapan kita pedagang pemerintah selain menetapkan standar Covid-19 pemerintah harus memikirkan juga bagaimana memulihkan kembali aktivitas perdagangan di Kota Bandung Kota khusnya,” ungkap Iwan
Kota Bandung sebagai destinasi pariwisata dan niaga sangat banyak terganggu pendapatannya baik itu warga masyarakat maupun PAD-nya setelah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang beberapa pekan diberlakukan, walaupun kita menyadari betul hal itu terkonsentrasi bagi kebaikan bersama.
Iwan menegaskan selama ini pihaknya sebagai pedagang akan berusaha mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam suasana pandemi Covid-19 dan itu adalah pilihan yang terbaik dari sesuatu yang tidak kita kehendaki yaitu berhentinya usaha para pedagang.
” Kapanpun kami siap buka kembali toko tinggal kebijakan pemerintah daerahnya seirama dengan provinsi dan pusat saat diberlakukan New Normal “, harap Iwan.

Bahkan Iwan pun sangat memahami dengan adanya aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya mencagah penyebaran virus corona agar tidak terus meningkat masyarakat yang terjangkat virus tersebut.
“Pedagang siap dengan kewajiban pakai Masker, jaga jarak satu meter, apapun aturan pemerintah kami akan berusaha mematuhinya demi kebaikan bersama,” ucap Iwan.
Semoga kebijakan yang akan digulirkan melalui konsep ” New Normal ” dapat dipahami dan disadari secara bersama sebagai sebuah langkah terbaik bagi kita bersama, tentunya dengan bantuan panduan yang jelas dan komitment yang terarah dan terukur serta dijalankan dengan penuh konsistensi.
(Kang Amat)