Bandung, Prabunews.com – Di masa pandemi covid-19 saat ini dunia pendidikan tetap harus berjalan guna mencetak generasi penerus yang tangguh, berwawasan luas, serta siap bersaing.
Meskipun saat ini pembelajaran bersifat jarak jauh dengan sistem online tetapi tetap harus dikemas semenarik mungkin dan inovatif agar guru dan siswa tidak ada rasa kejenuhan.
Cara analisa pelaksanaan pjj ini salah satunya dilakukan dengan cara penyampaian supervisi akademik.
Seperti yang diterangkan K3S dan Kepala Sekolah SDN 080 Bojong Indah Kecamatan Bandung Kulon Luh Emmy Kamsritin , M.M.Pd hari Senin (01/03/2021), bahwa supervisi akademik dilaksanakan dua kali dalam satu tahun yaitu Bulan Maret dan September. Hal ini dilaksanakan sebagai evaluasi hasil pjj yang telah dilaksanakan mengenai kelebihan, kekurangan dan hambatan yang ada. Dari hasil supervisi ini diharapkan muncul satu gagasan dan solusi sehingga pjj dapat berjalan dengan optimal, ujar Luh Emmy.
Dan untuk pelaksanaan pjj di SDN 080 Bojong Indah, Luh Enny menegaskan tetap menjalankan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat, diantaranya pemakaian masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta pengukuran suhu tubuh kepada pendidik dan tenaga kependidikan, sesuai intruksi kemendikbud.
Dan pada saat di lapangan ternyata masih ditemukan guru dengan usia di atas 50 tahun dan tidak melaksanakan Work From Home (WFH), Luh Emmy menyatakan bahwa itu adalah keinginan dari guru yang bersangkutan karena merasa jenuh apabila tinggal di rumah, ujar Luh Emmy.
Pengurus PGRI Bandung Kulon Sapri Intan S menyatakan pula agar prokes ini tetap dilaksanakan dengan mengikuti aturan yang ada agar tidak muncul klaster baru dan bisa memutus mata rantai penyebaran pandemi covid-19, pungkas Sapri.
(Dadan Sambas)