Pelatihan Jurnalistik Dan Etika Dalam Menjalankan Tugas Sebagai Kontrol Sosial

Bandung, Prabunews.com – Sebanyak 50 peserta pelatihan dari berbagai media. mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan (FJP2) Forom Jurnalis perduli publik beserta Keluarga besar jawara Riders. Deng mengambil tema Menulis Membangun Negeri berlangsung di karamba kafe,jalan sultan Tirta yasa no 26 Bandung Minggu 15/3/2020

Pelatihan dibuka langsung ketua FJP2 jawa barat, sekaligus Direktur lembar media grup Iwa Permana, mengatakan pelatihan ini sering dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam penulisan berita serta menggali potensi dalam diri masing-masing wartawan sehingga terus di olah menjadi daya jual guna mengejar karir menjadi jurnalistik, Membentuk perusahaan media dan membenahi sehingga menjadi perusahaan media yang propisonal serta di perhitungkan di kancah nasional, mudah-mudahan pelatihan hari bisa mempererat tali silaturahmi antara kita dan bisa saling mengenal, lebih lanjut iwa mengucapkan selamat belajar semoga ilmu yang hari ini kita pelajari bisa bermanpaat untuk kita semua. Dalam acara yang di gelar dihadiri Ketua Jawara /Jawara Riders Yusman Andrian bersama jajaran pengurus dan anggota Jawara, Ketua Umum Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) Iswadi Idris,Sahril serta Direktur Lebar Media Group Iwa Permana.

Baca juga : Jumpa Pers Oded Umumkan Tanggap Darurat Penyebaran Virus Corona

Adapun yang bertindak menjadi narasumber diantaranya Manager edukasi Lebar Media Group Salgania Putrinindra, Bintara seksi operasi (Basi ops) Sektor 22 Citarum Harum Serma Candra Manggala yang mewakili Dansektor 22 Kolonel Infanteri Asep Rahman Taufik.

Menurut , Salgania Putrinindra,menerangkan tentang aturan-aturan jurnalis dari Kode etik hingga penulisan berita, yang intinya kedepankan etika saat mewawancara sumber dan objek lain maka bakal memberikan dampak positif bagi keterbukaan informasi.

Bahkan, pemberitaan harus sejalan bersama etika. Sehingga tidak terjadi saling merugikan atau memperburuk nama baik sumber. “Dengan demikian, wartawan tidak akan berhadapan dengan hukum. Selain itu, etika peliputan saat berada di lapangan juga mencegah sang pemburu berita dari amukan warga,” katanya.

Pelatihan sesi pertama juga dibarengi dengan tanya jawab dengan para peserta, dan kepada peserta yang ikut tanya jawab di berikan kenang-kenangan berupa 5 buah kaos.

Iwa berharap melalui pelatihan jurnalistik ini mampu memberikan kritikan positif bagi pemerintah setempat. Sekaligus sebagai informasi akurat dan bukan hoax yang bakal berhadapan dengan undang-undang IT. Sementara acara di akhiri dengan pembagian sertifikat kepada para peserta dan pembacaan doa.

(ujang)

Scroll to Top