Pembelajaran Tatap Muka Sebaiknya Ditunda

Bandung, Prabunews.com – Hampir sepuluh bulan Pandemi Covid-19 hadir dalam berbagai dimensi kehidupan manusia dengan segala konsekuensi yang diakibatkannya.

Hampir semua ruang terdampak oleh kehadiran Virus tersebut dan salah satu Bidang pelayanan yang paling terdampak sementara memiliki peran strategis adalah Bidang Pendidikan.

Mekanisme pelayanan pendidikan sempat terombang-ambing diawal pandemi, dengan tuntutan agar pembelajaran tetap berjalan dengan format yang aman dan nyaman bagi seluruh pihak.

Daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi salah satu alternatif pelayanan yang dihadirkan dengan segenap kekurangan dan ketidakidealannya karena berbagi faktor, namun kondisi mengharuskan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) harus dilakukan.

Akhir-akhir ini hadir informasi adanya tuntutan Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan di awal tahun 2021, mengingat ada faktor kejenuhan dari peserta didik selain faktor lain yang melandasinya.

Ir.H.MQ.Iswara AIFO, Ketua Umum Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI)

Tentang issue ini, MQ.Iswara,, Ketua Umum Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) sekaligus sebagai Direktur Eksekutif Pelija Peduli, mengatakan bahwa tuntutan Pembelajaran Tatap Muka sejatinya harus dipertimbangkan secara matang mengingat ada banyak faktor yang sangat krusial diantaranya berhubungan dengan keamanan dan kesehatan segenap civitas akademika.

Yang pertama karena Vaksin tidak menjadi bagian yang dapat diakses oleh para peserta didik, mengingat segmen usia yang menjadi prioritas adalah senentara warga yg berusia 18-59 tahun.

Yang kedua ketersediaan vaksin, vaksin memang sdh datang 1,2 jt dosis, dan menyusul 1,8 jt pd bulan Januari 2021. Tapi tentunya kita msh harus menunggu uji klinis tahap III. Walaupun tentunya kita yakin akan efektivitas dan efikasi dari Vaksin tsb.

Info yg kami baca rencana bulan Januari akhir baru penyerahan Interim Result Uji klinis fase 3 vaksin Sinovac ke BPOM. Kemudian setelah itu tentunya ada pengajuan lot release oleh Bio Farma dan BPOM.

Jadi diperkirakan baru akhir maret uji klinis phase 3 selesai. Yang selanjutnya kita melihat PSBB di beberapa daerah masih diberlakukan dengan ketat.

Faktor lain saat ini yang harus menjadi perhatian kita adalah adanya varian Virus ini yang memiliki daya penularan sangat cepat dan kita tidak bisa menjamin siapapun bebas terinfeksi virus tersebut termasuk warga sekolah.

“Saya khawatir akan ada kluster baru yaitu kluster pendidikan, dan ini akan sangat beresiko , sementara Covid-19 masih tinggi,vaksinasi blm dimulai, proses pembelajaran akan berlangsung masif dan serentak, Di lain sisi para peserta didik bukan termasuk yang akan di vaksin di awal,, oleh karena itu, untuk kebaikan para peserta didik, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebaiknya ditundurkan atau ditunda.” ungkap Iswara.

(Kang Amat)

Scroll to Top