Pemeriksaan tersebut, menurut Menkes, berlaku pada semua pintu masuk imternasional gerbang Indonesia, baik itu pelabuhan laut, udara, termasuk perlintasan darat.
WNI yang berada di Natuna, menurut Natuna semua dalam keadaan sehat.
“Jangan, jangan ada yang positif lah kita berdoa. Karena setiap kata kita itu doa,” katanya. Soal warga negara Asing (WNA) yang ikut, menurut Menkes, karena istri dan anaknya WNI sehingga tidak mungkin ditinggal dan bukan warga negara cina melainkan warga negara dari eropa.
“Enggak ada masalah karena dia juga kemanusiaan.
Anaknya sama istrinya dibawa, kamu sebagai manusia piye hayo. Enggak boleh lah, kita ini bangsa Indonesia bangsa yang arif yang betul-betul ingin membantu semua orang.
Baca juga : RASS sebagai Sebuah Ruang Yang Aman dan Instagramable Bagi Pejalan Kaki
Tapi juga ingin melindungi bangsa dan negara kita,” tambahnya. Mengenai penemuan baru virus Corona lewat kotoran, menurut Menkes, hal itu tidak benar.
Ia menyampaikan agar jangan dan tidak mengikuti berita hoaks.
“Eggak ada lah, kita jangan mudah termakan isu lah.
Dan ini masyarakat kita sekarang ini kan masyarakat yang betul-betul cerdas. Mereka tahu semua,” ujarnya.
Menurut Menkes, Pemerintah juga sangat terbuka, bahkan yang WNI sehat yang ada di Natuna pun HP sudah bisa pegang semua kok.
“Bukan sudah pegang, suruh nyala, suruh nelpon ke mana udah terserah. Itu menunjukkan kita itu sangat terbuka. Pemerintah itu sangat open,” tambah Terawan. Meski makanan boleh masuk, Menkes menyampaikan orang Cina tetap dilarang untuk masuk.