Cimahi, Prabunews.com – Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat menilai bahwa maraknya perilaku korupsi saat ini merupakan buah dari kegagalan pendidikan di masa lalu, dimana diibaratkan pendidikan laksana menanam buah kurma yang hasilnya dinikmati puluhan tahun mendatang, dan si penanam kurma tidak ikut menyaksikan serta merasakan panen buah kurma tersebut.
Seperti yang diutarakan Ketua FAGI Jawa Barat Iwan Hermawan kepada Prabunews.com, “Apabila hasil pendidikan seperti sekarang, apa yang terjadi nanti 20 tahun ke depan?”
FAGI sepakat tentang perlunya reformasi di bidang pendidikan. Sebab, hasilnya akan dinikmati oleh bangsa ini beberapa tahun kemudian. Hasil pendidikan sekarang kalau diperbaiki, hasilnya bisa dinikmati 20 tahun mendatang.
Keberhasilan pendidikan tidak dapat diukur dari lima tahun masa jabatan pemimpin, baik itu presiden, gubernur, bupati maupun wali kota. Semua itu bukan ukuran keberhasilan pendidikan,
Pendidikan bukan hanya transfer ilmu tapi hasil pendidikan harus merubah perilaku. Saat ini hasil pendidikan nyaris tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan perilaku Bangsa Indonesia , perilaku kejahatan termasuk korupsi seperti menjamur dan dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi .
“Kurikulum Pendidikan di Indonesia terlalu gemuk dan lebih banyak penekanan kepada aspek kognitif dan kuantitas jam pelajaran sehingga mengabaikan aspek apeksi yang dapat merubah perilaku individu, oleh karena itu sebaiknya kedepan secara gradual harus ada reduksi mata pelajaran dan jam pelajaran yang terlalu banyak, aspek apeksi harus lebih banyak di banding aspek kognisi , aspek kognisi bisa dipelajari tambahan di luar sekolah , ajarkan anti korupsi kepada peserta didik sejak dini disesuaikan dengan usia peserta didik”, pungkas Bah Iwan.
(Dadan Sambas)

