KBB, Prabunews.com – Kabupaten Bandung Barat merupakan Kabupaten yang terhitung masih muda di wilayah Jawa Barat.
Wilayah KBB yang terhitung luas memiliki potensi yang sangat luar biasa.Potensi inilah yang menjadi bahasan kajian santai antara Dinas Pariwisata KBB dengan para pegiat lingkungan dan wisata (6/5).

Hadir dalam diskusi tersebut Heri Partomo,S.IP Kadisparbud, Ukas Maulana, Plh Kabid Pemasaran, David Oot Kabid Kepariwisataan. David Riksa Buana pegiat lingkungan dan wisata dan Dona Hermawan Jurnalis dan founder Bandung Kita.
David Riksa Buana mengatakan bahwa KBB memiliki potensi wisata yang luar biasa diantaranya, Banyak bangunan sejarah berupa Benteng peninggalan masa lalu, Sejarah, Situs Megalitik yang ada dibeberapa wilayah.
Selain itu Potensi Alam seperti keberadaan Curug, Goa-goa, Pemandangan alam yang eksotis.
Dari semua potensi yang ada sampai saat ini sudah ada yang digelorakan oleh Pokdarwis-pokdarwis namun sangat perlu penanganan dan pengelolaan yang lebih greget biar semakin menjadi pesona kunjungan bagi wisatawan.
Harus dilakukan validasi data based dan bentuk bukti tertulis untuk mengklarafikasi kebenaran potensi yang akan diangkat dan ini merupakan hal yang akan melengkapi daya tarik wisata.
Untuk mengekspolasi sumber-sumber destinasi wisata bisa didorong dengan melaksanakan lomba berbasis potensi KBB termasuk lomba foto dan ini akan menjadi dokumen wisata KBB.
Kehadiran pemerintah belum muncul dan harus didorong untuk hadir diantara geliatnya pokdarwis.
Selain itu perlu aspek legal bagi relawan dalam mengedukasi dan menyoalisasikan pengelolaan yang sesuai aturan sehingga relawan memiliki keleluasaan dalam meningkatkan kualifikasi pokdarwis-pokdarwis tersebut.
Heri Partomo Kadis Pariwisata dan Budaya KBB mengatakan bahwa pengembangan dan ekspos kepariwisataan disesuaikan dengan program di dinas. Pengembangan pariwisata di KBB itu sampai saat ini sangat merasa terbantu oleh kehadiran para pegiat pariwisata.
Perlu adanya kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dan warga sehingga kita memiliki platform yang sama dalam mengembangkan pariwisata di KBB.
Keberadaan siapapun yang menjadi hadirnya geliat menjadi pelengkap dar apa yang sudah ada dengan pengembangan yang diharapkan.
Kedepannya perlunya perbaikan rencana pengembangan daerah dan mengisi potensi-potensi yang harus dikembangkan. Selain itu pemerintah harus konsen terhadap program yang akan dikembangkan diatas keterbatasan di bidang pembiayaan.
Harus dibangun iklim kolaborasi dengan pihak manapun untuk mendorong program baik dan sesuai dengan pemetaan pengembangan yang telah disepakati dan terutama menimbulkan kebermanfaatan bagi masyarakat, tegas Heri.
(Kang Amat)