Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan, Toni Wijaya Dukung Inovasi INTI KRESNA Polrestabes Bandung

BANDUNG, PRABUNEWS.COM – Pemanfaatan teknologi digital dalam menjaga keamanan wilayah mendapat dukungan dari Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya. Ia mengapresiasi peluncuran aplikasi INTI KRESNA yang dikembangkan Polrestabes Bandung untuk mendukung pengelolaan informasi intelijen dan memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan.

Aplikasi tersebut diperkenalkan di Aula Polrestabes Bandung, Kamis (8/10/2026), dalam kegiatan yang dipimpin Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pemangku kepentingan.

Menurut Toni, kemampuan mengenali potensi gangguan keamanan sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi Kota Bandung tetap kondusif.

Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, berbagai indikasi kerawanan diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah pencegahan dan penanganan bisa dilakukan secara terarah.

Ia menilai, kehadiran INTI KRESNA merupakan upaya untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Teknologi Harus Berdampak bagi Masyarakat

INTI KRESNA dirancang untuk mendukung tata kelola informasi intelijen dengan mengedepankan enam prinsip, yakni Komprehensif, Rahasia, Efektif, Sinergi, Nyata, dan Akuntabel.

Bagi Toni, inovasi digital semestinya tidak hanya membantu pekerjaan internal kepolisian, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa upaya menjaga keamanan tidak dapat berjalan sendiri. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat tetap diperlukan agar potensi persoalan dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.

Menurutnya, teknologi akan semakin bermanfaat ketika didukung komunikasi yang baik serta keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan.

Sinergi Jadi Kunci Menjaga Bandung Tetap Kondusif

Toni juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang dekat antara aparat kepolisian dan masyarakat. Kepercayaan publik serta keterbukaan komunikasi dinilai dapat mendorong warga lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban di lingkungannya.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan terus diperkuat agar upaya menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Melalui penerapan INTI KRESNA, Toni berharap pengelolaan informasi, koordinasi lintas sektor, dan langkah deteksi dini dapat semakin optimal.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi tersebut akan terlihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung terciptanya Kota Bandung yang aman, tertib, dan nyaman untuk beraktivitas.**(rei)

Scroll to Top