Bandung, Prabunews.com – Program pembangunan infrastruktur di lingkungan masyarakat dilaksanakan guna meningkatkan manfaat serta kenyamanan. Dan tentunya hal ini pula yang menjadi tujuan awal dari Program PUPR di lingkungan RW 05 Kelurahan Cijerah.
Pelaksanaan Progam PUPR di lingkungan RW 05 Kelurahan Cijerah yaitu dengan membangun spitank komunal baru guna mengganti yang sebelumnya sudah tidak aktif serta merevitalisasi saluran air kotor yang mengalir ke arah spitank komunal, dengan anggaran tahun 2020 sebesar 500 juta ditambah sumbangan dari warga serta dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dibantu oleh fasilatator.
Pembangunan ini telah selesai dilaksanakan sesuai dengan target dari awal, tetapi permasalahan pun mulai muncul setelah lebih kurang 2 bulan yaitu pada penggantian saluran air kotor yang awalnya berdiameter 10 inch menjadi 6 inch apalagi saat ini populasi penduduk telah mengalami peningkatan secara signifikan.
Dengan penggantian saluran air kotor yang semakin kecil sedangkan pembuangan limbah dari warga yang semakin meningkat, pada saat hujan lebat banyak rumah warga yang kebanjiran sebagai akibat luapan dari wc.
Seperti yang terjadi pada hari Senin (08/02/2021) dengan curah hujan tinggi maka beberapa rumah kebanjiran sebagai akibat luapan dari wc.
Seperti yang dialami Dadan Sambas warga RT 6 No 1 menyatakan bahwa baru pertama kali ini rumahnya kebanjiran, Dadan memperkirakan faktor utama sebagai akibat penggantian saluran air kotor yang diganti dengan ukuran lebih kecil sehingga tidak bisa menampung air buangan.
Sedangkan Ketua RW 05 Kelurahan Cijerah M. Doni Tanumiharja menyatakan bahwa masalah yang muncul diakibatkan adanya air buangan di luar toilet yang dibuang ke saluran branghang serta alasan lainnya yaitu pipa yang ada di sungai Cikendal belum tersambung, padahal dari program PUPR yang dilaksanakan telah selesai dikerjakan tetapi pada kenyataannya kenapa masih muncul alasan pipa yang belum tersambung ?
Warga berharap agar pihak PUPR, KSM dan Fasilitator yang ditunjuk untuk segera mengevaluasi hasil kerjanya serta mencarikan solusi agar program PUPR ini memberikan rasa nyaman bukannya menimbulkan permasahan baru.
(Yoga Pratama)