Bandung, Prabunews.com – Gelora dan semangat bersepeda di kalangan masyarakat khususnya warga Kota Bandung memberikan pesan yang baik dalam membangun kesadaran untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan.
Riuhnya para pesepeda dapat terlihat pada saat hari sabtu dan Minggu.
Hal itu bisa disaksikan di rute-rute yang selama ini menjadi target pesepeda.
Namun terkadang kita menemukan beberapa kasus yang tidak kita harapkan diantaranya adanya kecelakaan dan bahkan pesepeda yang harus meninggal dunia karena faktor kesehatan.
Dr. Eri Surahman SpAn Staf Pengajar serta Bagian Anesthesiologi Fak. Kedokteran UNPAD yang juga goweser dari Komunitas Tahura mengatakan bahwa olah raga itu penting untuk meningkatkan ketahanan dan kesehatan tubuh.
Namun kita pun harus mau berdamai dengan kondisi fisik dan psikis diri kita sendiri karena hanya diri kitalah yang sangat tahu tentang kondisinya.

Saya hanya menyarankan jika kita akan turing jauh sebaik nya mengenakan monitor jantung (utamanya pada umur diatas 50 thn), dengan adanya alat tersebut diharapkan kita akan mendapatkan informasi yang berguna untuk diri kita.
Sebagai bahan informasi denyut jantung pada tanjakan jangan lebih dari 120 (diambil batas aman) selama 10 menit.
Usahakan juga diantara peserta ada yang bisa melakukan pertolongan henti jantung.
Yang paling baik jika gemar turing jauh tentunya memeriksakan kesehatan kita dahulu. Bersepeda itu olar raga dimana Cardio memacu jantung. Jadi status jantung kita harus baik. Utamanya apabila diatas 50 th periksakan dulu.
Penggemar bersepeda tambah banyak tapi yang meninggal krn bersepeda bertambah juga dan ini adalah sebuah keprihatinan bagi semua, tegas Eri.(Kang Amat)