Subang, Prabunews.com – Lebih dari tujuh bulan terakhir kawasan Pantura Subang Jawa Barat mengalami kekeringan yang mengakibatkan sawah mereka sulit ditanami.
Selain itu petani juga mengalami kelangkaan pupuk. Penyebab kekeringan diantaranya ialah debit air yang kurang dari curah hujan yang rendah sepanjang bulan tersebut.
“Ada sekitar 470 hektar yang mengalami kekeringan. Sudah berlangsung sejak awal (wabah) Corona tidak ada hujan. Hujan juga waktu romadhon,” tutur Abudin, salah seorang petani di Blanakan Suban, rabu (9/9/2020).
Kemudian Abudin bersama petani lainnya mendatangi petugas pengairan. “Ternyata debit airnya kurang. Hanya areal sawah yang dekat dengan pengairan yang bisa tercukupi airnya. Bagi wilayah persawahan yang jauh mah gak dapet (air). Akhirnya kami pasrah,” jelasnya lagi.
Kekeringan juga dialami warga kecamatan Pusakanagara di daerah Siwalan dan Genteng. Nasibnya sama akibat debit air yang menurun. “Untuk memenuhi kebutuhan air petani banyak yang menyedot dengan menggunakan mesin,” kata Jamal, salah seorang petani di Pusakanagara.
Serupa dikatakan Ketua RT. 010/05 Desa Patimban, Aja Firmansyah upaya lain yang dilakukan dengan membuat sumur di tengah sawah. “Tapi itu juga gak semuanya berhasil. Apalagi kualitas airnya belum tentu cocok dengan karena ada unsur air lautnya,” jelasnya.
Lalu mengenai kelangkaan dialami juga oleh Abudin maupun Jamal. Kata Abudin kelangkan pupuk di desanya sangat prihatin. Bahkan dengan menggunakan Kartu Tani pun masih kesulitan mendapatkan pupuk. “Banyak proses yang berbelit-belit. Akhirnya saya mencari pupuk sampai keluar daerah (kecamatan lain). Ternyata di daerah lain juga sama kesulitan,” katanya.
Kemudian dia juga mendengar ada penyaluran pupuk untuk mengatasi kelangkaan. Ternyata ke daerahnya belum sampai. “Tetapi ketika tokonya didatangi ternyata penyaluran pupuk tersebut belum ada. Kalau pun dapat pupuk harga ampun, deh (mahal),” katanya lagi.
Mengenai penyaluran pupuk ke Pusakanagara, kata Aja malah petani harus membeli satu paket. “Itu cukup memberatkan bagi kami,” kata Aja.
(AS)