Bandung, Prabunews.com – Pada hari ini (21/8) ada 30 Cabang PGRI Kota Bandung yeng mengikuti pertemuan virtual (zoom meeting).
Program ini dilaksanakan oleh Pengurus PGRI Kota Bandung dalam rangka memperingati HUT Ke-76 Republik Indonesia.
Kegiatan yang bertempat di Gedung PGRI Kota Bandung, Jalan Caringin Babakan Ciparay.
Ada beberapa acara yang dihadirkan meliputt Talkshow, Pidato Kebangsaan, Ekspose Karya Guru, dan Kuis Interaktif.
Salah satu pemateri Talkshow adalah Prof. Cecep Darmawan, Guru Besar UPI.

Dalam paparannya Prof.Dr.Cecep Darmawan mengatakan bahwa fakta sejumlah guru melakukan pengorbanan untuk siswanya agar bisa belajar dengan baik. Upaya itu diantaranya dengan program guru kunjung, guru yang berjuang mencari sinyal, layanan khusus bagi siswa dll.
Ada beberapa problematika program pendidikan di masa pandemi diantaranya,
– Masih ada stigma negatif yang dialamatkan kepada sebagian guru oleh mereka yang tidak paham tentang tugas, fungsi dan peran guru di masa pandemi.
– Keterbatasan akses dan fasilitas internet
– Pola interaksi instruksional belum sepenuhnya sesuai harapan termasuk kesulitan menanamkan karakter.
– Mengalami kejenuhan belajar/mengajar
– problema dan suasana psikologis keluarga di rumah
– Kesulitan memperoleh portofolio pembelajaran yang lengkap
– Kebijakan pendidikan masa pandemi kerap berubah-rubah
– Persiapan PTM yang belum sepenuhnya didukung oleh fasilitas yang memadai.
Beberapa solusi yang ditawarkan dalam mengemas pembelajaran di masa pandemi antara lain,
– Mengimplemrntasikan konsep merdeka belajar secara konsisten
– Jaga dan angkat marwah guru oleh pemerintah dengan memperhatikan kesejahteraan dan membantu kesulitan guru dimasa pandemi
– Bagi guru yang meninggal dimasa pandemi pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan dan masa depan pendidikan anak-anaknya
– Realokasi anggaran APBN dan APBD yang menopang kualitas pendidikan
– Menyiapkan fasilitas sekolah yang masif untuk persiapan PTM, tegas Cecep.
Sementara itu Pidato kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd mengatakan bahwa PTK sudah seharusnya menjadi agen perubahan kebaikan dengan terus beradaptasi dengan tuntutan zaman dengan tidak menanggalkan essensi pentingnya pendidikan karakter peserta didik.
(Kang Amat )