Merauke, Prabunews.com – Presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo dijadwalkan bakal membuka iven akbar olahraga nasional PON XX Papua dalam opening ceremony yang dilaksanakan di Stadion Lukas Enembe (Stadion Papua Bangkit), Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 19.00 WIT, Sabtu 2 Oktober 2021.
Informasi ini sebagaimana dirilis Humas dan PPM PB PON Papua . Dalam rilis disebutkan bahwa agenda kunjungan RI-1 itu, dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Forkopimda Provinsi Papua yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH di ruang Newangkawi Gedung Negara, Jayapura, Jumat (24/9).
Rapat koordinasi yang berlangsung satu jam lebih itu membahas sejumlah agenda penting yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan PON XX Papua 2021 termasuk kunjungan orang nomor satu di republik ini dalam rangka pembukaan PON.
Hadir dalam rapat koordinasi Forkopimda Papua, antara lain Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Kabinda Papua, Ketua DPRP, Ketua Pengadilan Tinggi Papua, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Danlantamal X Jayapura, Danlanud Silas Papare.
Dalam rapat tersebut Gubernur Enembe mengatakan kunjungan Presiden RI, Ir. Joko Widodo ke Jayapura dalam rangka pembukaan PON XX Papua 2021, yang mana sesuai dengan prosedur dan SOP kenegaraan nantinya ditangani keamanannya dari pihak TNI dan Polri.

“Jadi kedatangan Presiden ke Papua adalah hanya satu agenda yaitu membuka PON XX Papua 2021. Tidak ada agenda lainnya,” tegas Gubernur Enembe di hadapan usai memimpin rapat.
Selain itu, lanjut Gubernur bahwa menyangkut PON, Pemprov Papua bersama seluruh Forkopimda menyatakan bahwa pelaksanaan PON XX Papua 2021 aman dan akan terselenggara dengan baik.
Hanya saja, kata Gubernur, bahwa bagian kelistrikan (PLN) dan telekomunikasi (Telkomsel) akan diupayakan supaya tidak ada gangguan dan kerusakan selama pelaksanaan PON XX Papua.
“Saya sudah bicara dengan Menteri Kominfo RI bahwa mereka akan berupaya untuk membangun jaringan komunikasi dari luar. Artinya bukan jalur jaringan yang biasa digunakan Telkom tetapi ada jalur lain yang digunakan. Dan bukan jalur jaringan yang pernah gangguan akibat gempa itu,” terangnya.
(RED)