Potret Pengelolaan Sampah Mandiri dari Pangauban

Sampah ini saya kumpulkan di TPS sederhana beratap spanduk kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi kami pilah dan langsung dijual ke pengepul sementara sampah organiknya kami kelola menjadi bahan biogas dan makanan maggot, lanjut Engkus.


Dengan management sederhana, dari biaya pembayaran sampah warga dan hasil penjualan rongsok, Engkus bisa memberdayakan 12 orang pekerja.
Rata-rata besar biaya yang dikeluarkan untuk operasional dan upah pekerja hampir 32 juta setiap bulannya dan pengelolaan sampah ini kami kelola secara mandiri,kata Engkus. Semoga dengan bantuan pemilahan yang berasal dari rumah warga kerja Mang Engkus dkk akan lebih cepat dan dapat lebih menurunkan jumlah residu yang sampai saat ini baru bisa mencapai angka 25℅.

(Kang Amat)

Scroll to Top