Subang, Prabunews.com – PT Pelni melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Subang. Salah satunya, kedua belah pihak ini melakukan penjajakan kerjasama.
Pihak PT. Pelni dipimpin langsung Direktur Utamanya Insan Purwarisya L Tobing. Sementara pihak Pemkab dipimpin langsung Bupati Subang
Pertemuan keduanya dilakukan di belakang Rumah Dinas Bupati Subang. Dalam pertemuan kedua belah pihak ini, diantaranya membahas potensi kerjasama terkait proyek Pelabuhan Internasional Patimban Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing menyampaikan ada peluang bisnis dan kerjasama yang bisa dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Subang dengan PT Pelni.
“Selama proses pembangunan pelabuhan Patimban dapat dilaksanakan kerjasama pengangkutan material dan alat konstruksi pembangunan pelabuhan,” kata Insan dalam rilis yang diterima Prabunews.com
Sementara setelah proses pembangunan, kerjasama bisa dilakukan dalam hal distribusi barang atau komoditas unggulan Kabupaten Subang via laut, Kerjasama logistik via laut atau urban logistik dengan pelaku usaha di kawasan industri Subang, kerjasama pengelolaan distribution center warehouse, perdagangan, kerjasama pengelolaan depo kontainer.
Selain itu dapat juga dilaksanakan kerjasama pengelolaan pelabuhan, Pembukaan cabang ppjk dan keagenan dan kerjasama port service atau infrastruktur bongkar muat.
Bupati Subang H Ruhimat menyampaikan Subang dengan pelabuhan Patimban memiliki potensi yang menjanjikan sehingga Pemerintah sangat konsen dan mengupayakan segala usaha yang ada untuk kesejahteraan masyarakat Subang.
“Kami berharap adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah khususnya PT. Pelni dengan Pemerintah Daerah demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Subang,” kata Ruhimat.
Hasil dari pertemuan PT. Pelni dan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang selanjutnya akan dilanjutkan dalam bentuk kerjasama yang lebih konkrit.
Kerjasama bisa dilakukan dengan pengiriman sumber daya manusia untuk magang di PT. Pelni, baik di tingkatan manajerial sebanyak 10 orang dan tingkatan operasional sebanyak 20 orang pada angkatan pertama.
(AS)