Rechecking Lomba Posyandu ditingkat Provinsi

Pemerintah Kota Bandung melalui Kelompok Kerja Opersional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu ( Pokjanal ) mengunjungi Posyandu Fatmawati untuk melaksanakan rechecking lomba posyandu ditingkat Provinsi pada Hari Jumat (26/11/2021)

Tim Reacheaking yang dipimpin oleh Raden Julianto disambut langsung ketua Posyandu Fatmawati, Cucu Atrikah. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Ketua dan wakil I TP PKK Kota Bandung, Wali Kota Bandung yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, ketua OPD, perwakilan RS Advance, Camat Sukajadi dan Lurah Sukajadi.

Dalam sambutannya, Cucu mengatakan, pada inovasi yang telah dicapai oleh Posyandu Fatmawati ini diharapkan menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik kedepannya.

“Sebelumnya Posyandu Fatmawati ada 5 Kegaiatan, yaitu Kartu Identitas anak yang selanjutnya (KIA), Keluarga Berencana (KB), gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Kemudian berintegrasi menjadi tribina ( Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluara Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS ), Pospabud dan pemanfaatan hasil pekarangan. Kemudian dimultifungsikan lagi adanya penanganan KDRT, trafficking, HIV, narkoba, dan perhatian untuk ABK.” Ujarnya

Adapun teknis penilaian yang akan dinilai dalam reacheking kali ini meliputi Pokjanal dan Posyandu.
“Rekap penilaian pertama kita lebih membobot kepada pokjanal sebesar 60% diantaranya, Pokjanal Kelurahan 20%, Pokjanal Kecamatan 20% dan pokjanal Kota 20%. Kemudian adapun penilaian posyandu 40%,” ujarnya

R Julianto mengatakan, Adanya miltifungsi dan multitalenta yang disebutkan Pemerintah akan terus berkomitmen untuk mendorong posyandu-posyandu diwilayah masing-masing. Usaha ini tentunya harus didukung oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Sebenarnya pemerintah telah menyiapkan SDM pada 2045 nanti akan mencapai generasi emas melalui posyandu. Posyandu merupakan garda terdepan untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan menurunkan angka stunting. Serta lebih banyak program program ekonomi dan inovasi kedepan.” pungkasnya

Scroll to Top