Cimahi, Prabunews.com – Masa Pandemi Covid-19 saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) masih dominan menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online, meskipun per tanggal 24 Mei 2021 di Kota Cimahi telah melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM).
Dengan pembelajaran online semua pendidik / guru harus memiliki formula dan strategi pembelajaran yang atraktif sehingga menjadi daya tarik bagi seluruh siswa.
Seperti yang diutarakan Sekretaris Umum KONI Kota Cimahi dan Dosen Pasca Sarjana STKIP Pasundan DR.H.Akhmad Sobarna, M.Pd kepada Prabunews di ruang kerjanya Kantor KONI Kota Cimahi Komplek Sentra Mas Residence, Jum’at (28/05/2021).
Menerangkan bahwa guru pendidikan jasmani di sekolah-sekolah harus memiliki metode pengajaran yang menarik, dengan falsafah awal mengajar secara rekreatif dan tujuan awal seluruh siswa dapat menikmati dan nyaman pada saat pembelajaran penjas.
Secara pedagogik pengajaran guru penjas harus memiliki materi secara jelas yang bisa memilih dan memilah materi yang disampaikan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan anak atau berdasar jenjang kelas siswa tersebut.
Akhmad menggambarkan guru penjas sebagai komposer dalam sebuah konser musik yang bisa mengatur dan mengolah irama berdasarkan suara atau bunyi dari alat musik sehingga menghasilkan suara yang harmonis dan enak didengar oleh khalayak.
Pembelajaran penjas harus berdasarkan pada center student, dalam hal ini guru penjas harus membedakan fungsi pada saat mengajar di kelas sebagai guru kelas dengan memberikan materi secara umum kepada seluruh siswa dan tujuan awal yaitu membentuk siswa yang sehat sehingga membentuk potensi atau talenta dari masing-masing siswa, sedangkan untuk mematangkan dari talenta yang ada maka posisi guru harus berubah menjadi seorang pembimbing ekstrakurikuler dan pada tahapan ini guru penjas telah bisa memetakan potensi atau talenta dari masing-masing siswa sehingga tahap ini masuk pada tahapan pematangan, ujar Akhmad.
Dari uraian yang ada maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran penjas agar bisa sukses di masa pandemi saat ini maka guru penjas harus melek teknologi, karena cara pengajaran guru penjas yaitu terlebih dahulu memberikan contoh gerakan-gerakan yang selanjutnya dipraktekan oleh siswa.
Pembelajaran penjas saat ini agar berjalan sukses dan mencapai tujuan maka diperlukan kerjasama dan kolaborasi antara guru dan orang tua karena dengan pembelajaran online maka peranan orang tua akan sangat dominan dalam memantau putra putrinya.
Akhir dari pembelajaran penjas ini diharapkan memunculkan “siswa/wi yang sehat, kuat dan dapat berkembang sesuai dengan talenta dan potensi dari masing-masing dan tentunya disesuaikan dengan tujuan dari pendidikan nasional yang telah diatur dalam undang-undang sisdiknas,” pungkas Akhmad.
(Dadan Sambas)