Kab. Bandung Barat, Prabunews.com – Kebersamaan dan jiwa gotong royong merupakan identitas yang sejatinya terus membumi dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prinsip dasar kehidupan sosial inilah yang secara jelas dan nyata telah mengantarkan negara ini tetap bertahan dalam setiap dinamika riak kondisi sosial ekonomi global sekalipun yang kurang baik.
Hal inilah yang tercermin dan tergambar jelas manakala kita melihat bagaimana sebuah rumah guru ngaji di ratakan dengan tanah karena kondisinya yang lapuk dan dibangun kembali atas semangat kemandirian warganya.
Tanpa bantuan dari pihak pemerintah dengan alasan yang tidak begitu penting bagi warga Kampung Pangkalan Desa Sirnagalih Kec.Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mereka secara bahu membahu membangun kembali rumah yang sekaligus sebagai tempat mengaji anak-anak di daerah itu.

Dengan bantuan dan inisiator dari Trapawana Jabar, gerakan membangun rumah yang sekaligus dijadikan menuntut ilmu agama ini terus diupayakan dalam waktu 4 bulan.
Ustadz Dayat mengatakan (23/6) bahwa proses pembangunan rumahnya tanpa bantuan dari pihak pemerintah, baik Desa, Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Saya yakin berita pembangunan rumah ini sampai ke pihak pemerintahan namun saya sangat menyesalkan minimnya kepekaan perhatian para pemegang kebijakan kewilayahan yang terlihat begitu apatis, ungkap Ust.Dayat.

Ust.Dayat berharap sekecil apapun bentuk kepedulian para pemegang kebijakan baik itu Kades, Camat bahkan lebih kerennya lagi Bupati idealnya berwujud keberpihakan secara nyata bukan hanya basa basi terlebih hadirnya alasan karena kondisi seperti sekarang karena pada kondisi nyata rumah ngaji ini masih perlu bantuan dalam pengembangannya.
Dan Alhamdulillah sekarang Rumah mengaji ini telah dapat dipergunakan untuk kegiatan mengaji dan berbagi kebaikan melalui pendidikan karakter yang bermuara pada lahirnya generasi yang memiliki Iman dan taqwa serta memiliki kecakapan sosial.
(Kang Amat)