Bandung | Prabunews.com – Padepokan Parukuyan Dago Pakar Bandung menjadi sebuah saksi atas hadirnya sebuah acara budaya yang secara sederhana namun sangat penuh makna rasa kebersamaan.
Padepokan Parukuyan sendiri merupakan milik dan selama ini dikelola Abah Yon Suparman.
Tempat ini seolah menjadi sebuah rumah besar bagi para pelaku seni budaya lintas etnis dan keyakinan.
Acara budaya yang digelar tersebut adalah Gelar Ruwatan Bumi, sebuah bentuk kegiatan budaya dilaksanakan setiap tahun dan menampilkan berbagai macam karya monumental bangsa yang berakar dari berbagai budaya lokal yang ada di Indonesia.
Yon Suparman mengatakan bahwa Gelar Ruwatan Bumi yang dilaksanakan di padepokannya sebagai kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai media menjalin silaturahmi sesama anak bangsa.
Selain itu kegiatan ini menjadi pertanda keterikatan kita dengan empat unsur alam, air, api, angin dan bumi juga sebagai bagian berterima kasih serta bersyukur atas hasil bumi yang telah diberikan oleh Tuhan Semesta Alam.

Padepokan Parukuyan sendiri merupakan sebuah tempat mediasi bagi para budayawan yang tidak hanya dari Nusantara tetapi sampai tingkat dunia.
Sejumlah seniman debus menunjukan kebolehannya di acara ruwatan bumi yang digelar di Padepokan Parukuyan, Selain itu kegiatan ini pun diisi dengan berbagai tampilan Tarian, Pencak Silat dan berbagai tampilan seni budaya lainnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hari sampai dini hari ini dihadiri oleh hampir seribu orang dan secara visual nampak para budayawan dari seluruh Nusantara dan dari beberapa negara luar ( dunia ).
Benteng terakhir negara adalah budaya. Kita bisa melihat bersama bagaimana semua lini sendi kehidupan bernegara sudah begitu teracak-acak. Sementara apabila budaya sudah teracak-acak maka hilanglah jati diri bangsa ini sehingga gerakan membumikan budaya di negeri sendiri sejatinya harus didukung oleh banyak pihak, ujar Bah Yon.
Selanjutnya Bah Yon berharap pemerintah harus membuka mata tentang begitu pentingnya budaya sebagai perekat bangsa yang fantastis dan kedepannya bisa menjadi centre point ciri sejati budaya Indonesia.

Energi kebersamaan sebagai kekuatan sendiri para budayawan yang mencintai budayanya secara nyata telah membuktikan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan menjadi magnet bagi banyak orang, ungkap Bah Yon.
Sudah seharusnya pihak pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mulai menjalin kerjasama bagi hadirnya berbagai kegiatan positif dari masyarakat termasuk kegiatan budaya yang sudah jelas mengangkat nilai-nilai luhur jati diri bangsa.
(Kang Amat)