Badung, Prabunews.com – Dalam pelaksanaan menjelang malam Hari Raya Nyepi,Ida Bagus Ketut Muliya S.pd.Aud sebagai penanggung jawab kegiatan ogoh ogoh Skaa Alit Alit Gajahsura melaksanakan arak-arakan Ogoh-ogoh di sekitar wilayah Banjar Brahmama
Arak-arakan tersebut cuman dihadiri delapan peserta dari ska ali-alit dan diringi dengan tape sebagai pengganti alat musik sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan tetap dengan prokes yang dhimbau oleh pemerintah,yaitu dengan memakai masker.
Dalam proses pembuatan ogoh-ogoh tersebut membutuhkan waktu sekitar satu bulan.Untuk itu para peserta mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung yang sudah memberi kesempatan acara ogoh-ogoh ini berjalan dengan lancar.

Gus Muliya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dalam melaksanakan acara ini yang sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali dan surat edaran Bupati yang menerangkan bahwa diperbolehkan membuat ogoh-ogoh dan kembali diserahkan desa masing-masing.
Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.Dalam ajaran Hindu Dharma,Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan alam semesta dan waktu yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Biasa nya menjelang hari raya Nyepi ogoh-ogoh diarak keliling desa pada malam menjelang Hari Raya Nyepi.Arak-arakan ogoh-ogoh diringi gamelan Bali yang disebut Bleganjur,selesai diarak,ogoh-ogoh tersebut lalu dibakar.
Diakhir acara arak-arakan ogoh-ogoh Gus Muliya beserta segenap keluarga besar Pesemetonan Gajahsura mengucapkan “selamat Hari Raya Nyepi untuk seluruh umat Hindu,semoga kedamaian selalu menyertai kita dimana pun kita berada”,tutup Gus Muliya.
(AR)