Bandung, Prabunews.com – Permasalahan saluran air, anak sungai dan bahkan sungai menjadi pekerjaan rumah yang tiasa berakhir.
Satu yang menjadi mata rantai dari permasalahannya adalah banyaknya sampah yang turut menjadi penyebab tidak lancarnya air mengalir yang berujung pada meluapnya air ke permukaan/banjir.

Hal itulah yang selalu nampak dari setiap usaha yang dilakukan oleh para petugas yang senantiasa tiada henti untuk menghadirkan saluran tersebut sesuai peruntukannya.
Katakanlah apa yang dilakukan oleh para petugas Satgas Citarum Harum, Petugas DPU Kota Bandung dan yang terkait didalamnya.
Seperti yang nampak dari apa yang dilakukan oleh petugas DPU Kota Bandung terhadap saluran yang berlokasi di Simpah Sari, yang belokasi tidak jauh dari perumahan elit Sumber Sari Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay (16/9).
Timbunan sampah plastik, kayu dan sejenisnya sangat jelas menghalangi arus air dan menjadikan sungai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan jumlah sampahnya pun sangat banyak.

Kiki Rosani, Kepala DPU UPT. Tegallega mengatakan bahwa kejadian di lokasi yang sama tersebut senantiasa terulang dan ini sudah merupakan kali ke tiga para petugas membersihkannya dengan susah payah.
Kita senantiasa menganalisis permasalahan genangan air atau banjir di wilayah dengan senantiasa menyusuri akar permasalahannya dan salah satunya untuk wilayah Sumbersari diantaranya sampah di lokasi ini, tegas Kiki
Sementara itu Kadis PU Kota Bandung, manakala dihubungi melalui sambungan seluler menanggapi masalah ini dan menyampaikan pandangannya bahwa Kita butuh pembelajaran bersama di ruang kehidupan yang sesungguhnya butuh kawasan proyek percontohan perubahan prilaku yang 24 jam terawasi sebagai proses pembelajaran sehingga kita dapat menganalisis tentang sejauhmana pengembangan program pembentukan karakter dan komitment kepedulian terhadap lingkungan dapat terukur melalui parameter yang jelas.
Selama budaya Nyaah Ka Sungai belum menjadi kesepekatan bersama seluruh warga sepertinya masalah ini akan terus terulang dan menghabiskan energi.
(Kang Amat)