Prabunews.com – Selandia Baru akan mengakhiri lokcdown pandemi Covid-19 mulai 3 Desember 2021. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan Selandia Baru akan mengadopsi sistem untuk hidup berdampingan dengan virus Corona.
Selandia Baru tidak mampu mengalahkan wabah varian Delta Covid-19 yang sangat menular yang berpusat di Auckland. Auckland sendiri telah melakukan lockdown selama lebih dari 90 hari.
“Hal nomor satu yang dapat dilakukan setiap warga Selandia Baru untuk mempersiapkan new system adalah dengan vaksinasi,” ujar perdana Menteri Jacinda Ardern
Dalam peraturan barunya, warga yang telah di vaksinasi dapat dengan bebas kemana saja termasuk mengunjungi restoran, bar, salon, dan gym, bahkan pada tingkat siaga tertinggi.
Sistem ini diharapkan akan mengakhiri lockdown di Auckland, dan sekolah akan tetap buka. Namun, untuk warga yang belum divaksinasi akan ada pembatasan dalam pertemuan.
Menurut Kementerian Kesehatan, 91% warga Selandia Baru yang memenuhi syarat (mereka yang berusia 12 tahun ke atas) telah memiliki setidaknya satu dosis vaksin, dan 83% telah divaksinasi sepenuhnya.
Menurut data populasi Stats NZ, 76% dari seluruh populasi termasuk anak-anak sudah mendapatkan vaksin setidaknya satu dosis, sisanya 69% telah divaksinasi penuh.
Dalam sistem “traffic light” yang baru, wilayah akan dimasukkan ke dalam pengaturan merah, oranye atau hijau tergantung pada tingkat keterpaparan mereka terhadap Covid-19 dan tingkat vaksinasi. Auckland akan mulai dengan warna merah.
Selandia Baru memberlakukan beberapa pembatasan pandemi paling ketat di antara negara-negara OECD yang telah membantu membatasi penyebaran Covid-19 sejauh ini, serta membantu ekonomi bangkit kembali lebih cepat daripada kebanyakan negara OECD lainnya
Sejauh ini, Selandia Baru telah melaporkan sekitar 7.000 kasus dan 39 kematian. Perbatasan internasionalnya masih tetap tertutup untuk semua negara.