Bandung, Prabunews.com – Sepeda bagi sebagian orang sudah layaknya seperti sahabat atau teman yang paling dekat yang memiliki keterikatan batin dengan pemiliknya.
Hal itu akan nampak jelas dari seberapa besar keberadaan sepeda dapat menjadi pendorong untuk senantiasa mengakumulasikan kemauan seseorang dalam kegiatan yang dilakukan setiap waktu ataupun pada paruh waktu tertentu.
Kemanapun orang itu pergi maka sepeda akan menemaninya. Sepeda menjadi salah satu moda transportasi harian yang dipergunakan seseorang maupun menjadi transportasi bersifat situasional artinya menjadi alat tranportasi rekreasi dan olahraga.

Hal itulah yang nampak pada sosok Drs.Cucu Saputra, M.M Pd Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Beliau memiliki keterikatan batin dengan beberapa sepeda yang dimilikinya.Dari kegemaran bersepeda itulah seorang Pa Cucu Saputra senantiasa meluangkan waktunya untuk mengayuh pedal sepedanya sesuai track jalan yang dilaluinya, artinya jenis sepeda yang biasa digunakan olehnya tergantung karakteristik jalan yang akan ditempuhnya.
Seperti pada hari ini (Minggu,20/2/2022) Pa Cucu Saputra bersama empat kawan lainnya ( Sudiana Iskandar seorang pensiunan kepsek, Yaya kepsek SD Sukaluyu, Adang Guru SMPN 43 dan Fajri Guru SDN Jati handap). Mereka bergabung dalam PGRI Kota Bandung dan melakukan perjalanan refreshingnya dengan menggunakan sepeda.
Seperti komunitas sepeda pada umumnya bahwa pada saat akan melakukan perjalanan baik dekat ataupun jauh maka titik kumpul menjadi salah satu tempat pertama dimana perjalanan itu akan ditempuh.
Hal ini pun yang dilakukan oleh Pa Cucu Saputra dan kawan-kawan, pada minggu pagi yang sedikit mendung titik nol kilometer Kota Bandung menjadi titik kumpul pemberangkatan.
Dari sinilah Pa Cucu dan pegowes lainnya mulai mengayuhkan pedal sepedanya menuju Kota Baru Parahyangan.
Tidak membutuhkan waktu lama sekitar jam 09.00 dari start awal pukul 08.00.
Menghela nafas diisi dengan istirahat sekitar 30 menit di Perumahan Elit tersebut.
Perjalanan kuda besi pun dilanjutkan menuju Parongpong.Sepertinya tidak cukup puas apabila perjalanan hanya pada posisi jalan datar maja target mencari jalan penuh tanjakan pun dilakukannya yaitu melewati perkantoran Kabupaten Bandung Barat.
Pukul 11.30 istirahat di sekitar Cilamea dilanjutkan makan siang dan sholat.
Setelah rehat maka perjalanan pun dilanjutkan tepat pukul 13.00 dan pada pukul 15.00 maka sepeda lawas yang ditungganginya sampai kembali ke Kota Bandung.
Ditanya tentang nilai-nilai apa yang terapresiasi dari kegiatan bersepeda ini, Drs.Cucu Saputra, M.M.Pd mengatakan. Ada nilai yang terselip dari setiap kayuhan pedal sepeda yang dilakukannya.
Adapun makna pembelajaran dari kegiatan bersepeda ini diantaranya dengan bersepeda kita belajar mawas diri dengan kekuatan fisik kita.
Selain itu kita diajarkan untuk senantiasa bersabar artinya walaupun kita akan mencapai target tujuan namun kekuatan fisik kita menjadi parameter artinya kecepatan bukanlah menjadi acuan utama.
Adapun hal lain yang diajarkan dari kegiatan bersepeda kita belajar untuk disiplin terhadap segala macam peraturan yang ada kemudian terbangunnya rasa Solidaritas dan yang paling penting kita bisa menikmati kesehatan sebagai sebuah perwujudan rasa syukur yang paling tinggi selain kita menikmati indahnya pemandangan apapun yang dilalui.
Ini merupakan salah satu rute perjalanan selain itu banyak rute lain yangyangvtergolon tergolong jauh dilakukan oleh Seorang Sekdis sekaligus sebagai Ketua PGRI Kota Bandung seperti rute Bandung-Pangandaran, Bandung-Ciletuh Sukabumi dan rute jauh lainnya.
” Saya jatuh cinta sama sepeda, semoga masih sehat untuk bisa menikmati terus bersepeda ” tegas Cucu.
Salute dan sehat selalu Pa..!!.
(Kang Amat)